Super Junior - Mr Simple

Annyeong ☀

Minggu, 30 Desember 2012

(Fanfiction) "LAS VEGAS"




Title: "Las Vegas"
Rating: PG-15
Maincast: -Choi Siwon
                -Lee Donghae
                -Cho Kyuhyun
                -Park Soo Jung
                -Ahn Min Gyu
                -Cha Sunyoung
Other Cast:
                    -Member Suju
                    - Member f(x)
                    -SMEnt Artist


                                                    *Mulai*

Author p.o.v

"Gedung ini benar benar luar biasa selain bagus, juga sangat terlihat mewah!"
"Bukan hanya mewah, bahkan gedung ini seperti istana istana dinegeri dongeng. Fantastic!"
"Benar benar tak kusangka, aku sangat takjub melihatnya. Sebelumnya aku tak pernah melihat gedung seindah ini. Alangkah baiknya kalau kita mengambil selca didepan gedung ini. Ne?"

Seorang 3 yeoja berceloteh tidak jelas melihat gedung gedung besar di Las Vegas. Bahwasanya gedung gedung ini berdiri kokoh sangat tinggi disertai lampu lampu yang menyala menambah aroma keindahan gedung tersebut.
"Bagaimana bisa ada gedung sebagus ini"
"Tak kusangka ternyata kita bisa mengikuti pertukaran pelajar di Las Vegas saat ini. Kau tau ini serasa mimpi bukan?"
"Hahaha kalau tau gini, lebih baik aku bilang kepada Kim Songsaenim kalau aku sangatlah betah disini. Benar benar keren!"
"Tetapi berlama lama disini pun juag tidak enak. Kita pasti akan sangat merindukan Kota Seoul. Omona!"
"Ya, benar juga Soo jung! Aku sangat setuju denganmu"

Gadis itu perlahan mendekati sebuah patung naga tepat didepan Gedung Casino tersebut. Ya Las Vegas sangat terkenal dengan istilah "Kota Judi" Maka itu gedung gedung dikota ini sangatlah indah karena untuk menarik perhatian turis turis luar negeri maupun lokal.
"Tidak heran kalau Las Vegas kota keren! Karena Las Vegas termasuk kota judi yang sangat maju"
"Hmmm iya juga, tapi kuharap warga warga disini tidak sombong ya. Hahaha"
"Sudah jangan banyak berbicara, lebih baik kita cari hotel aja yuk. Yang kemungkinan harganya cukup terjangkau. Ne?"
"Hmm..okelah. Yuk!"

Ketiga gadis itu berkeliling liling Las Vegas untuk mencari sebuah hotel nyaman yang harganya cukup terjangkau. Sesaat kemudian, Min Gyu memberhentikan langkahnya dan memandang kearah bangunan yang cukup kokoh yang cukup bagus.
"Lihat itu! Disitu ada Motel, kurasa harganya lumayan terjangkau" Celoteh Min Gyu asal.
"Kau yakin? Memangnya kau sudah pernah kesini sebelumnya Min Gyu-Ya?" tanya Yeon hyo.
"Ya aku sebelumnya memang belum pernah pergi ketempat ini, namun aku rasa harga 1 kamar di Motel itu cukup murah. Dan semoga saja kamarnya juga cukup nyaman untuk kita bertiga!"
"Hmm, sudah sudah bagaimana kalau kita coba tanya dulu?" Ucap Soojung
"Hm, okelah. Mari kita kesana!"

Akhirnya dengan mantap, mereka melangkah masuk kedalam gedung motel yang berdiri kokoh tersebut. Dan tanpa ragu, Soojung, Min Gyu dan Sunyoung bertanya kepada marketing penerima tamu selamat datang.
"Annyeong Hasseo, kami adalah seorang wanita berasal dari negara Korea. Kalau saya boleh tau berapa harga 1 kamar di motel ini?" tanya Sunyoung yang diantara Min Gyu dan Soojung yang paling pandai berbicara.
"Hallo, selamat datang di Vegas Motel. Apakah kalian ingin memesan satu kamar di motel ini? 1 kamar di motel ini seharga 15 juta dalam sebulan. Apakah anda berminat?"
"15 juta. Hrga yang cukup besar, apakah tidak bisa kurang lagi nona?" Sambung Soojung.
"Tidak bisa nona, itu sudah harga pas"
"Hm, baiklah kalau gitu saya memesannya" Tukas Min Gyu santai.
"Baiklah, tunggu sebentar akan saya ambilkan kuncinya dan saya akan antar kalian ke kamar yang sudah kami sediakan!"
"Baiklah, terima kasih banyak ya!"
"Oke, itu tidak masalah"

Beberapa waktu kemudian, akhirnya staff marketing tersebut mengantar ketiga gadis cantik tersebut menuju kamar yang sudah disediakan. Nomer kamarnya 1408. dengan mantap, Min Gyu berusaha untuk menghafalkan nomer kamar yang ia pesan terlebih dahulu.
"Aku harus benar benar cerdik untuk mengingat nomer kamar tersebut, kan kalian tau kalau aku adalah orang yang pelupa" Ucap Min gyu asal.
"Ne Min Gyu, aku tau itu" Jawab Soojung.
"Kita sudah sampai dikamar, selamat beristirahat!" Sambung staff tersebut.
"Hm, baiklah terima kasih banyak nona!"
"Samasama!"

Tanpa membuang waktu banyak mereka langsung membuka kunci dan masuk kedalam kamar tersebut.
"Ruangan ini lumayan besar, kurasa aku akan belajar untuk nyaman tinggal ditempat ini beberapa waktu" Cetus Soojung.
'Ya, begitu pula denganku. Jika aku tidur diruangan ini sendiri pasti akan terasa sangat sepi, karena ruangan ini terlihat cukup besar" Sambung Sunyoung.
"Hmm, sudah sudah jangan banyak berbicara, bagaimana kalau kita bereskan barang barang kita kemudian kita mencari makan? kau tau, aku sangat lapar sekarang"
"Ide mu bagus juga Min Gyu, tunggu sebentar!"

Akhirnya ketiga sahabat tersebut membereskan segera kopernya yang cukup berantakan. Dengan sangat teliti, akhirnya koper yang tadinya berantakan pun tersihir menjadi koper yang amat sangat rapi.
"Yay! Finally, Ayok kita cari makan! Aku sangat lapar sekarang" Keluh Sunyoung.
"Yak! tunggu sebentar, sebaikanya kita letakkan dulu kopernya ketempat yang lebih nyaman!" Kata Min Gyu.
"Kurasa disini tempat yang bagus untuk meletakkan koper koper tersebut?" Tunjuk Soojung kearah sebelah kiri lemari baju.
"Hmm.. boleh juga ayo kita pindahkan sekarang!" Ucap Min Gyu.
"Hey? kenapa kau diam saja? kau kan tahu kalau beban koper ini sangat berat! Sini bantu aku" Keluh Soojung kesal karena melihat Sunyoung  yang bengong tidak jelas.
"Mianhae, aku tidak sengaja! Karena aku sudah sangat lapar" Keluh Sunyoung balik.
"Tenang Sunyoung sebentar lagi kita juga akan pergi makan, bersabarlah sedikit" Ucap min Gyu.
"Iya, dengar itu kata Min Gyu!" Ucap Soojung sinis.
"Iya iya, sini biar aku bantu mengangkat kopernya. Kuyakin itu pasti berat!" Sambung Sunyoung dengan nada malas.
"Nah gitu dong!"

Dengan sedikit malas Sunyoung mengangkat koper bersama Min Gyu dan Soojung.
"Selesai juga! Mari kita makan" Ucap Sunyoung senang.
"Dasar perut kaleng, dimana mana selalu saja memikirkan makanan!" Sindir Min gyu.
"Mustahil sekali kalau seorang Sunyoung akan diet makan seminggu apalagi sebulan! haha kalau kau sampai diet itu akan menjadi lawakan yang baik untuk kita hahaha" Tawa Soojung.
"Ya! berhenti tertawa Soojung, leluconmu itu sangat tidak jelas bahkan tidak lucu sama sekali" tutur Sunyoung sedikit kesal.
"Wae? kau kesal dengan lelucon itu? apa boleh aku merubahnya? hahaha" tawa Soojung kembali. Soojung benar benar tidak bisa berhenti tertawa melihat raut wajah Yeon Hyo yang sangat aneh.
"Sudah sudah! jangan bertengkar hanya karena lelucon yang tidak jelas itu, lebih baik ayo kita pergi sebelum Sunyoung marah dan nangis darah! hahaha" Tawa Min Gyu.                            
"Kalian berdua benar benar. umh!" Sunyoung hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya.
"Sudah, jangan marah Yeon Hyo lagipula Soojung hanya bercanda bukan?" Ucap Min Gyu santai.
"Ne, aku tau itu Ahn Min Gyu!" Tukas Sunyoung

Soojung menatap kasur yang ada didepannya. Ia heran mengapa dihotel sederhana seperti ini kasurnya sangat bagus, bagaikan hotel bintang lima.
"Ya! coba lihat itu, apakah kita akan tidur diranjang itu bertiga?" Tutur Soojung
"Ne, Park Soo Jung. Wae?" Jawab Min Gyu sambil membereskan pakaiannya kemudian dimasukkan kedalam lemari.
"Ranjang ini terlihat mewah bukan? tapi sayang sekali, kurasa apakah kita muat tidur diranjang yang cukup sempit seperti ini?" Ucap Soojung dengan wajah datarnya.
"Ne Soojung. Kau tau? hanya hotel inililah yang paling murah dan praktis!" Sambung Sunyoung.
"Ne Sunyoung dan Min Gyu yang cantik!"

Tiba tiba raut wajah Soojung berubah menjadi seperti orang yang kebingungan. Wajahnya sangat aneh, seperti timbul suatu hal yang ia lupakan.
"Apakah kalian melihat tas kecil dan ponsel milikku?" tanya Soojung panik.
"Aniya, aku tidak melihatnya sedari tadi Soojung-ah!" Balas Sunyoung.
"Aish, sudah kucari cari tidak ada, atau jangan jangan ketinggalan di..... HUAAAA TIDAK MUNGKIN!"

Dengan secepat kilat, Soojung berlari keluar kamar bahkan keluar gedung hotel. Kedua temannya pun juga bingung apa yang telah terjadi dengannya.

Soojung p.o.v

"Kalau sampai hilang, bisa habis aku nanti!" Tukasnya dalam hati.

Aku terus berlari secepat kilat, sampai akhirnya langkahku terhenti karena ada ada mobil yang tengah berhenti dan sangat terlihat bahwa mobil itu sedang dikerumuni orang.
"Apa yang tengah terjadi disitu? kenapa ramai sekali? Aish, bodo lah yang pasti aku harus segera menemukan dompet ponselku tersebut, kalau tidak aku bisa gawat!" Ucapku dalam hati

'Brak!'
"HUA, TOLONG AKU!"

Aku benar benar kaget saat itu, tiba tiba ada seseorang yang menarikku masuk kedalam mobil. Dan saat aku membuka mataku ternyata dia adalah seorang pria yang entah darimana asalnya.
"Ya! siapa kau? turunkan aku sekarang juga pria bodoh!" Omelku.
"Jangan berisik, nona saya hanya butuh bantuanmu sebentar saja. Saya mohon!" Ucap pria itu sambil memohon.
"Yaaa! aku tidak bisa, aku sedang dalam keadaan darurat bodoh. Kumohon turunkan aku sekarang juga tuan muda"
"Tidak bisa nona, aku sangat butuh bantuanmu saat ini juga, kau tidak lihat keadaan diluar sana, semua wanita di las vegas ini mengerumuni mobilku. Mereka meneriaki namaku. Entahlah aku sangat pusing melihat mereka sambil membawa spanduk nama ku itu. Rasanya aku benar benar ingin mati""Tapi tuan, saya tidak bisa. Saya sangat minta maaf, karena saya memiliki pekerjaan yang lebnih penting daripada ini!!"
"Hmm... saya sangat mohon padamu nona. Sekali ini saja, saya mohon!"

Tiba tiba saat aku sedang berbicara dengan namja aneh tersebut, mobil itu jalan dan menjauhi kerumunan wanita wanita las vegas tersebut. Aneh. Memangnya tuan muda gila ini siapa? apa hebatnya dia? pria berkaca mata hitam seperti ini aja disukai. Cuih.
"Sekarang tugasmu sudah selesai, terima kasih telah membantuku nona" Ucap pria itu sambil membuka jaket serta kaca mata hitamnya.

OMO! Siapa dia? kok sepertinya aku sering melihatnya ditelevisi. Tapi siapa, aku benar benar lupa namanya. Wah pantas saja wanita las vegas mengerubungi mobilnya. Sungguh tak kusangka.
"Kok sepertinya aku pernah melihatmu ditelevisi, tapi aku tidak tau siapa namamu tuan"
"Hmm...apa kau bilang? liat aku ditelevisi, haha mana mungkin. Aku ini hanya namja biasa nona!"
"Tapi aku tidak percaya tuan. Coba tolong buka kaca matamu!"
"Tidak perlu nona, cuaca sangat cerah. Aku takut kelilipan"
"Hei tuan muda, kau kan sedang berada didalam mobil mana mungkin terkena debu atau sinar matahari. Aneh sekali"
"Tapi tetap saja...."
"Tetap saja apanya? sini biar aku yang melepas kaca matamu!"

Dengan hitungan detik kacamatanya pun terbuka. Dan benar saja dugaanku, dia adalah seorang seleb. Ia juga seorang seleb yang berasal dari Korea Selatan. Ia salah satu member dari Boyband besar yaitu Super Junior. Siapa lagi kalau bukan Choi Siwon.
"Yak? kau Siwon Suju bukan?" teriakku.
"Ssst kumohon tutup mulutmu nona! Nanti orang orang akan tau kalau aku adalah Choi Siwon!""Hahaha benarkan dugaanku kalau kau adalah seorang artis, jadi jangan mengelak tuan choi. Aku ini hebatkan? haha"
"Apa yang hebat darimu nona? kau hanya bisa berteriak hingga hampir saja aku tertangkap basah!"
"Tapikan aku sudah menolongmu. Itu artinya hebat. Menolong artis untuk menghindari para fansnya! benar bukan?"
"Iya iya, mungkin kau menang sekarang nona. Sebagai imbalannya aku akan mentraktirmu makan. Kau mau?"
"Hm... mungkin ini adalah rezeki untukku. Baiklah aku terima. Oh iya tapi....."
"Tapi apa nona?"
"Dompet, passportku hilang! tertinggal di bandara. Lalu apa yang harus kulakukan tuan muda choi?"
"Hmmm... untuk mentara kau jadi asistenku. Mau tidak? supaya kau bisa membayar dan membuat passport baru!"
"Bagaimana ya? sebentar ya aku fikir fikir dulu"
"Jangan lama lama nona"

5 menit kemudian.

"Ya! Tuan muda choi sekarang aku sudah punya keputusan"
"Baiklah, sekarang aku tanya, kau mau tidak jadi asisten pribadiku?"
"Dengan senang hati aku menerimanya tuan choi!"
"Wae? benarkah?"
"Ne tuan choi siwon!"
"Hahaha aku senang mendengarnya. Ya sudah lebih baik sekarang kita pergi ke Restaurant lezat! Okey? C'mon!"

Sesampainya di Restaurant Siwon segera memakai perlengkapan untuk penyamarannya. Karena ia takut kalau terjadi sesuatu apa apa pada dirinya.
"Nona siapa namamu?"
"Park Soojung. Panggil saja Soojung!"
"Baiklah, nona Soojung. Sekarang kau resmi menjadi asisten pribadiku selama di Las Vegas!"
"Ne, tuan muda choi!"

Dengan santai aku dan siwon berjalan menuju bangku yang sudah tersedia di Restaurant tersebut. Keduanya sibuk membolak balik buku menu makanan yang ingin ia pesan.
"Nona Soojung, kau ingin makan apa? makanan disini sepertinya terlihat sangat lezat!"
"Aku terserah padamu. Aku ingin menu yang sama dengamu Tuan Choi!"
"Baiklah, aku memesan makanan Italia. yaitu Pizza"
"Oke, aku juga sama sepertimu tuan muda!"
"Baiklah, biar aku pesankan dulu nona soojung!"
"Tidak perlu tuan choi! kau cukup duduk disini saja, biar aku saja yang memesannya. Karena ini adalah tugasku sebagai asistenmu bukan?"
"Hm... baiklah! aku tunggu disini saja"

Aku berjalan cepat menuju seorang pelayan yang dekat dengan meja kami. Kemudian aku memesan pizza yang telah dipesan Tuan Muda Choi untuk kami berdua. Setelah selesai memesan makanan, aku kembali berjalan menghampiri tuan muda choi yang sedang duduk santai sambil mendengarkan lagu.
'Dorrr..'
Aku mencoba mengagetkannya. Dan benar saja wajahnya sangat panik kaget. Hahaha ekpressinya lucu sekali. Benar benar aegyo juga namja satu ini.
"Kau mengagetkanku saja" Gerutu Siwon.
"Wae? Mianhae tuan muda choi"
"Ne, gwenchana Soojung-ah!"

10 menit kemudian.

Makanan pesanan kami pun datang. Aku terus menatap makanan yang aku pesan. Sungguh terlihat mewah.
"Kira kira berapa harga makanan ini semua? terilhat sangat mewah dan elegant.... kurasa pasti harganya mahal"
"tenang saja, nona park. Biar saya yang membayarnya, kan saya sudah berjanji"
"Ne, gomawo ya tuan choi"

Selama 3 puluh menit aku meyantap makanan yang ada didepanku, sungguh luar biasa. Sudah terlihat sangat mewah dan rasanya pun sungguh lezat. Tidak pernah sebelumnya aku memakan makanan selezat dan semewah ini. Daebak!
"Soojung ah?"
"Ne tuan choi?"
"Sudah selesai makannya? kalau sudah, mari aku antar pulang nanti kemalaman. Besok jangan lupa kembali menemaniku untuk siap siap pemotretan"
"Ne, baiklah tuan choi."

ASTAGA! aku kan lupa jalan dan alamat motel tersebut. Omona! sekarang apa yang harus aku lakukan, aku panik. Aku yakin pasti Min Gyu dan Sunyoung sudah lama menungguku. Ya! bodoh sekali dirimu Park Soojung!!

Min Gyu p.o.v

Aku dan Sunyoung menunggu Soojung sedaritadi sambil melihat bintang bintang dilangit yang bersinar terang. Sudah 6 jam lebih ia belum kembali, sampai larut malam ia pun kembali juga. Kemana dia? aku benar benar sangat mengkhawatirkannya.
"Kenapa Soojung sampai sekarang belum pulang juga....." titah Sunyoung yang telah menyadarkanku dari lamunanku.
"Entahlah padahal tadi ia bilang ia hanya pergi ke airport sebentar saja" Balasku cemas.
"Bagaimana kalau kita mencari Soojung bersama sama? setuju tidak?" Pinta Sunyoung.
"Yaya! aku setuju, mari kita cari Soojung" Balas Min Gyu segera.

Aku melangkahkan kakiku menyusuri jalan panjang yang aku tak tau arah jalannya. Waktu demi waktu telah aku lewati, sudah sedaritadi aku bersama Sunyoung mencari Soojung sampai kepelosok kota Las Vegas tapi kami tak kunjung menemukannya juga.
"Soojung kau dimana, kami sudah lelah mencarimu hingga larut malam tapi kami tak kunjung menemukanmu. Dimana kau Soojung?" Keluh Min Gyu.

Tenaga kami kini benar benar sudah habis. Kami sungguh lelah berjam jam mencari Soojung. Ketika kami ingin menyebrang jalan yang cukup besar tiba tiba ada dua orang pemuda gagah menabrakkku dan Sunyoung hingga kami tersungkur jatuh dan meniban tubuhnya sehingga kini aku dan Sunyoung berasa diatas tubuh pemuda itu masing masing..
"HEY! Kalau jalan pakai mata" Omel Sunyoung.

Ketika aku dan Sunyoung melihat kearah pemuda itu secara detail ternyata ia adalah..................
"LEE DONGHAE? CHO KYUHYUN? KAU................"


-to be continued-