Super Junior - Mr Simple

Annyeong ☀

Minggu, 30 Desember 2012

(Fanfiction) "LAS VEGAS"




Title: "Las Vegas"
Rating: PG-15
Maincast: -Choi Siwon
                -Lee Donghae
                -Cho Kyuhyun
                -Park Soo Jung
                -Ahn Min Gyu
                -Cha Sunyoung
Other Cast:
                    -Member Suju
                    - Member f(x)
                    -SMEnt Artist


                                                    *Mulai*

Author p.o.v

"Gedung ini benar benar luar biasa selain bagus, juga sangat terlihat mewah!"
"Bukan hanya mewah, bahkan gedung ini seperti istana istana dinegeri dongeng. Fantastic!"
"Benar benar tak kusangka, aku sangat takjub melihatnya. Sebelumnya aku tak pernah melihat gedung seindah ini. Alangkah baiknya kalau kita mengambil selca didepan gedung ini. Ne?"

Seorang 3 yeoja berceloteh tidak jelas melihat gedung gedung besar di Las Vegas. Bahwasanya gedung gedung ini berdiri kokoh sangat tinggi disertai lampu lampu yang menyala menambah aroma keindahan gedung tersebut.
"Bagaimana bisa ada gedung sebagus ini"
"Tak kusangka ternyata kita bisa mengikuti pertukaran pelajar di Las Vegas saat ini. Kau tau ini serasa mimpi bukan?"
"Hahaha kalau tau gini, lebih baik aku bilang kepada Kim Songsaenim kalau aku sangatlah betah disini. Benar benar keren!"
"Tetapi berlama lama disini pun juag tidak enak. Kita pasti akan sangat merindukan Kota Seoul. Omona!"
"Ya, benar juga Soo jung! Aku sangat setuju denganmu"

Gadis itu perlahan mendekati sebuah patung naga tepat didepan Gedung Casino tersebut. Ya Las Vegas sangat terkenal dengan istilah "Kota Judi" Maka itu gedung gedung dikota ini sangatlah indah karena untuk menarik perhatian turis turis luar negeri maupun lokal.
"Tidak heran kalau Las Vegas kota keren! Karena Las Vegas termasuk kota judi yang sangat maju"
"Hmmm iya juga, tapi kuharap warga warga disini tidak sombong ya. Hahaha"
"Sudah jangan banyak berbicara, lebih baik kita cari hotel aja yuk. Yang kemungkinan harganya cukup terjangkau. Ne?"
"Hmm..okelah. Yuk!"

Ketiga gadis itu berkeliling liling Las Vegas untuk mencari sebuah hotel nyaman yang harganya cukup terjangkau. Sesaat kemudian, Min Gyu memberhentikan langkahnya dan memandang kearah bangunan yang cukup kokoh yang cukup bagus.
"Lihat itu! Disitu ada Motel, kurasa harganya lumayan terjangkau" Celoteh Min Gyu asal.
"Kau yakin? Memangnya kau sudah pernah kesini sebelumnya Min Gyu-Ya?" tanya Yeon hyo.
"Ya aku sebelumnya memang belum pernah pergi ketempat ini, namun aku rasa harga 1 kamar di Motel itu cukup murah. Dan semoga saja kamarnya juga cukup nyaman untuk kita bertiga!"
"Hmm, sudah sudah bagaimana kalau kita coba tanya dulu?" Ucap Soojung
"Hm, okelah. Mari kita kesana!"

Akhirnya dengan mantap, mereka melangkah masuk kedalam gedung motel yang berdiri kokoh tersebut. Dan tanpa ragu, Soojung, Min Gyu dan Sunyoung bertanya kepada marketing penerima tamu selamat datang.
"Annyeong Hasseo, kami adalah seorang wanita berasal dari negara Korea. Kalau saya boleh tau berapa harga 1 kamar di motel ini?" tanya Sunyoung yang diantara Min Gyu dan Soojung yang paling pandai berbicara.
"Hallo, selamat datang di Vegas Motel. Apakah kalian ingin memesan satu kamar di motel ini? 1 kamar di motel ini seharga 15 juta dalam sebulan. Apakah anda berminat?"
"15 juta. Hrga yang cukup besar, apakah tidak bisa kurang lagi nona?" Sambung Soojung.
"Tidak bisa nona, itu sudah harga pas"
"Hm, baiklah kalau gitu saya memesannya" Tukas Min Gyu santai.
"Baiklah, tunggu sebentar akan saya ambilkan kuncinya dan saya akan antar kalian ke kamar yang sudah kami sediakan!"
"Baiklah, terima kasih banyak ya!"
"Oke, itu tidak masalah"

Beberapa waktu kemudian, akhirnya staff marketing tersebut mengantar ketiga gadis cantik tersebut menuju kamar yang sudah disediakan. Nomer kamarnya 1408. dengan mantap, Min Gyu berusaha untuk menghafalkan nomer kamar yang ia pesan terlebih dahulu.
"Aku harus benar benar cerdik untuk mengingat nomer kamar tersebut, kan kalian tau kalau aku adalah orang yang pelupa" Ucap Min gyu asal.
"Ne Min Gyu, aku tau itu" Jawab Soojung.
"Kita sudah sampai dikamar, selamat beristirahat!" Sambung staff tersebut.
"Hm, baiklah terima kasih banyak nona!"
"Samasama!"

Tanpa membuang waktu banyak mereka langsung membuka kunci dan masuk kedalam kamar tersebut.
"Ruangan ini lumayan besar, kurasa aku akan belajar untuk nyaman tinggal ditempat ini beberapa waktu" Cetus Soojung.
'Ya, begitu pula denganku. Jika aku tidur diruangan ini sendiri pasti akan terasa sangat sepi, karena ruangan ini terlihat cukup besar" Sambung Sunyoung.
"Hmm, sudah sudah jangan banyak berbicara, bagaimana kalau kita bereskan barang barang kita kemudian kita mencari makan? kau tau, aku sangat lapar sekarang"
"Ide mu bagus juga Min Gyu, tunggu sebentar!"

Akhirnya ketiga sahabat tersebut membereskan segera kopernya yang cukup berantakan. Dengan sangat teliti, akhirnya koper yang tadinya berantakan pun tersihir menjadi koper yang amat sangat rapi.
"Yay! Finally, Ayok kita cari makan! Aku sangat lapar sekarang" Keluh Sunyoung.
"Yak! tunggu sebentar, sebaikanya kita letakkan dulu kopernya ketempat yang lebih nyaman!" Kata Min Gyu.
"Kurasa disini tempat yang bagus untuk meletakkan koper koper tersebut?" Tunjuk Soojung kearah sebelah kiri lemari baju.
"Hmm.. boleh juga ayo kita pindahkan sekarang!" Ucap Min Gyu.
"Hey? kenapa kau diam saja? kau kan tahu kalau beban koper ini sangat berat! Sini bantu aku" Keluh Soojung kesal karena melihat Sunyoung  yang bengong tidak jelas.
"Mianhae, aku tidak sengaja! Karena aku sudah sangat lapar" Keluh Sunyoung balik.
"Tenang Sunyoung sebentar lagi kita juga akan pergi makan, bersabarlah sedikit" Ucap min Gyu.
"Iya, dengar itu kata Min Gyu!" Ucap Soojung sinis.
"Iya iya, sini biar aku bantu mengangkat kopernya. Kuyakin itu pasti berat!" Sambung Sunyoung dengan nada malas.
"Nah gitu dong!"

Dengan sedikit malas Sunyoung mengangkat koper bersama Min Gyu dan Soojung.
"Selesai juga! Mari kita makan" Ucap Sunyoung senang.
"Dasar perut kaleng, dimana mana selalu saja memikirkan makanan!" Sindir Min gyu.
"Mustahil sekali kalau seorang Sunyoung akan diet makan seminggu apalagi sebulan! haha kalau kau sampai diet itu akan menjadi lawakan yang baik untuk kita hahaha" Tawa Soojung.
"Ya! berhenti tertawa Soojung, leluconmu itu sangat tidak jelas bahkan tidak lucu sama sekali" tutur Sunyoung sedikit kesal.
"Wae? kau kesal dengan lelucon itu? apa boleh aku merubahnya? hahaha" tawa Soojung kembali. Soojung benar benar tidak bisa berhenti tertawa melihat raut wajah Yeon Hyo yang sangat aneh.
"Sudah sudah! jangan bertengkar hanya karena lelucon yang tidak jelas itu, lebih baik ayo kita pergi sebelum Sunyoung marah dan nangis darah! hahaha" Tawa Min Gyu.                            
"Kalian berdua benar benar. umh!" Sunyoung hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya.
"Sudah, jangan marah Yeon Hyo lagipula Soojung hanya bercanda bukan?" Ucap Min Gyu santai.
"Ne, aku tau itu Ahn Min Gyu!" Tukas Sunyoung

Soojung menatap kasur yang ada didepannya. Ia heran mengapa dihotel sederhana seperti ini kasurnya sangat bagus, bagaikan hotel bintang lima.
"Ya! coba lihat itu, apakah kita akan tidur diranjang itu bertiga?" Tutur Soojung
"Ne, Park Soo Jung. Wae?" Jawab Min Gyu sambil membereskan pakaiannya kemudian dimasukkan kedalam lemari.
"Ranjang ini terlihat mewah bukan? tapi sayang sekali, kurasa apakah kita muat tidur diranjang yang cukup sempit seperti ini?" Ucap Soojung dengan wajah datarnya.
"Ne Soojung. Kau tau? hanya hotel inililah yang paling murah dan praktis!" Sambung Sunyoung.
"Ne Sunyoung dan Min Gyu yang cantik!"

Tiba tiba raut wajah Soojung berubah menjadi seperti orang yang kebingungan. Wajahnya sangat aneh, seperti timbul suatu hal yang ia lupakan.
"Apakah kalian melihat tas kecil dan ponsel milikku?" tanya Soojung panik.
"Aniya, aku tidak melihatnya sedari tadi Soojung-ah!" Balas Sunyoung.
"Aish, sudah kucari cari tidak ada, atau jangan jangan ketinggalan di..... HUAAAA TIDAK MUNGKIN!"

Dengan secepat kilat, Soojung berlari keluar kamar bahkan keluar gedung hotel. Kedua temannya pun juga bingung apa yang telah terjadi dengannya.

Soojung p.o.v

"Kalau sampai hilang, bisa habis aku nanti!" Tukasnya dalam hati.

Aku terus berlari secepat kilat, sampai akhirnya langkahku terhenti karena ada ada mobil yang tengah berhenti dan sangat terlihat bahwa mobil itu sedang dikerumuni orang.
"Apa yang tengah terjadi disitu? kenapa ramai sekali? Aish, bodo lah yang pasti aku harus segera menemukan dompet ponselku tersebut, kalau tidak aku bisa gawat!" Ucapku dalam hati

'Brak!'
"HUA, TOLONG AKU!"

Aku benar benar kaget saat itu, tiba tiba ada seseorang yang menarikku masuk kedalam mobil. Dan saat aku membuka mataku ternyata dia adalah seorang pria yang entah darimana asalnya.
"Ya! siapa kau? turunkan aku sekarang juga pria bodoh!" Omelku.
"Jangan berisik, nona saya hanya butuh bantuanmu sebentar saja. Saya mohon!" Ucap pria itu sambil memohon.
"Yaaa! aku tidak bisa, aku sedang dalam keadaan darurat bodoh. Kumohon turunkan aku sekarang juga tuan muda"
"Tidak bisa nona, aku sangat butuh bantuanmu saat ini juga, kau tidak lihat keadaan diluar sana, semua wanita di las vegas ini mengerumuni mobilku. Mereka meneriaki namaku. Entahlah aku sangat pusing melihat mereka sambil membawa spanduk nama ku itu. Rasanya aku benar benar ingin mati""Tapi tuan, saya tidak bisa. Saya sangat minta maaf, karena saya memiliki pekerjaan yang lebnih penting daripada ini!!"
"Hmm... saya sangat mohon padamu nona. Sekali ini saja, saya mohon!"

Tiba tiba saat aku sedang berbicara dengan namja aneh tersebut, mobil itu jalan dan menjauhi kerumunan wanita wanita las vegas tersebut. Aneh. Memangnya tuan muda gila ini siapa? apa hebatnya dia? pria berkaca mata hitam seperti ini aja disukai. Cuih.
"Sekarang tugasmu sudah selesai, terima kasih telah membantuku nona" Ucap pria itu sambil membuka jaket serta kaca mata hitamnya.

OMO! Siapa dia? kok sepertinya aku sering melihatnya ditelevisi. Tapi siapa, aku benar benar lupa namanya. Wah pantas saja wanita las vegas mengerubungi mobilnya. Sungguh tak kusangka.
"Kok sepertinya aku pernah melihatmu ditelevisi, tapi aku tidak tau siapa namamu tuan"
"Hmm...apa kau bilang? liat aku ditelevisi, haha mana mungkin. Aku ini hanya namja biasa nona!"
"Tapi aku tidak percaya tuan. Coba tolong buka kaca matamu!"
"Tidak perlu nona, cuaca sangat cerah. Aku takut kelilipan"
"Hei tuan muda, kau kan sedang berada didalam mobil mana mungkin terkena debu atau sinar matahari. Aneh sekali"
"Tapi tetap saja...."
"Tetap saja apanya? sini biar aku yang melepas kaca matamu!"

Dengan hitungan detik kacamatanya pun terbuka. Dan benar saja dugaanku, dia adalah seorang seleb. Ia juga seorang seleb yang berasal dari Korea Selatan. Ia salah satu member dari Boyband besar yaitu Super Junior. Siapa lagi kalau bukan Choi Siwon.
"Yak? kau Siwon Suju bukan?" teriakku.
"Ssst kumohon tutup mulutmu nona! Nanti orang orang akan tau kalau aku adalah Choi Siwon!""Hahaha benarkan dugaanku kalau kau adalah seorang artis, jadi jangan mengelak tuan choi. Aku ini hebatkan? haha"
"Apa yang hebat darimu nona? kau hanya bisa berteriak hingga hampir saja aku tertangkap basah!"
"Tapikan aku sudah menolongmu. Itu artinya hebat. Menolong artis untuk menghindari para fansnya! benar bukan?"
"Iya iya, mungkin kau menang sekarang nona. Sebagai imbalannya aku akan mentraktirmu makan. Kau mau?"
"Hm... mungkin ini adalah rezeki untukku. Baiklah aku terima. Oh iya tapi....."
"Tapi apa nona?"
"Dompet, passportku hilang! tertinggal di bandara. Lalu apa yang harus kulakukan tuan muda choi?"
"Hmmm... untuk mentara kau jadi asistenku. Mau tidak? supaya kau bisa membayar dan membuat passport baru!"
"Bagaimana ya? sebentar ya aku fikir fikir dulu"
"Jangan lama lama nona"

5 menit kemudian.

"Ya! Tuan muda choi sekarang aku sudah punya keputusan"
"Baiklah, sekarang aku tanya, kau mau tidak jadi asisten pribadiku?"
"Dengan senang hati aku menerimanya tuan choi!"
"Wae? benarkah?"
"Ne tuan choi siwon!"
"Hahaha aku senang mendengarnya. Ya sudah lebih baik sekarang kita pergi ke Restaurant lezat! Okey? C'mon!"

Sesampainya di Restaurant Siwon segera memakai perlengkapan untuk penyamarannya. Karena ia takut kalau terjadi sesuatu apa apa pada dirinya.
"Nona siapa namamu?"
"Park Soojung. Panggil saja Soojung!"
"Baiklah, nona Soojung. Sekarang kau resmi menjadi asisten pribadiku selama di Las Vegas!"
"Ne, tuan muda choi!"

Dengan santai aku dan siwon berjalan menuju bangku yang sudah tersedia di Restaurant tersebut. Keduanya sibuk membolak balik buku menu makanan yang ingin ia pesan.
"Nona Soojung, kau ingin makan apa? makanan disini sepertinya terlihat sangat lezat!"
"Aku terserah padamu. Aku ingin menu yang sama dengamu Tuan Choi!"
"Baiklah, aku memesan makanan Italia. yaitu Pizza"
"Oke, aku juga sama sepertimu tuan muda!"
"Baiklah, biar aku pesankan dulu nona soojung!"
"Tidak perlu tuan choi! kau cukup duduk disini saja, biar aku saja yang memesannya. Karena ini adalah tugasku sebagai asistenmu bukan?"
"Hm... baiklah! aku tunggu disini saja"

Aku berjalan cepat menuju seorang pelayan yang dekat dengan meja kami. Kemudian aku memesan pizza yang telah dipesan Tuan Muda Choi untuk kami berdua. Setelah selesai memesan makanan, aku kembali berjalan menghampiri tuan muda choi yang sedang duduk santai sambil mendengarkan lagu.
'Dorrr..'
Aku mencoba mengagetkannya. Dan benar saja wajahnya sangat panik kaget. Hahaha ekpressinya lucu sekali. Benar benar aegyo juga namja satu ini.
"Kau mengagetkanku saja" Gerutu Siwon.
"Wae? Mianhae tuan muda choi"
"Ne, gwenchana Soojung-ah!"

10 menit kemudian.

Makanan pesanan kami pun datang. Aku terus menatap makanan yang aku pesan. Sungguh terlihat mewah.
"Kira kira berapa harga makanan ini semua? terilhat sangat mewah dan elegant.... kurasa pasti harganya mahal"
"tenang saja, nona park. Biar saya yang membayarnya, kan saya sudah berjanji"
"Ne, gomawo ya tuan choi"

Selama 3 puluh menit aku meyantap makanan yang ada didepanku, sungguh luar biasa. Sudah terlihat sangat mewah dan rasanya pun sungguh lezat. Tidak pernah sebelumnya aku memakan makanan selezat dan semewah ini. Daebak!
"Soojung ah?"
"Ne tuan choi?"
"Sudah selesai makannya? kalau sudah, mari aku antar pulang nanti kemalaman. Besok jangan lupa kembali menemaniku untuk siap siap pemotretan"
"Ne, baiklah tuan choi."

ASTAGA! aku kan lupa jalan dan alamat motel tersebut. Omona! sekarang apa yang harus aku lakukan, aku panik. Aku yakin pasti Min Gyu dan Sunyoung sudah lama menungguku. Ya! bodoh sekali dirimu Park Soojung!!

Min Gyu p.o.v

Aku dan Sunyoung menunggu Soojung sedaritadi sambil melihat bintang bintang dilangit yang bersinar terang. Sudah 6 jam lebih ia belum kembali, sampai larut malam ia pun kembali juga. Kemana dia? aku benar benar sangat mengkhawatirkannya.
"Kenapa Soojung sampai sekarang belum pulang juga....." titah Sunyoung yang telah menyadarkanku dari lamunanku.
"Entahlah padahal tadi ia bilang ia hanya pergi ke airport sebentar saja" Balasku cemas.
"Bagaimana kalau kita mencari Soojung bersama sama? setuju tidak?" Pinta Sunyoung.
"Yaya! aku setuju, mari kita cari Soojung" Balas Min Gyu segera.

Aku melangkahkan kakiku menyusuri jalan panjang yang aku tak tau arah jalannya. Waktu demi waktu telah aku lewati, sudah sedaritadi aku bersama Sunyoung mencari Soojung sampai kepelosok kota Las Vegas tapi kami tak kunjung menemukannya juga.
"Soojung kau dimana, kami sudah lelah mencarimu hingga larut malam tapi kami tak kunjung menemukanmu. Dimana kau Soojung?" Keluh Min Gyu.

Tenaga kami kini benar benar sudah habis. Kami sungguh lelah berjam jam mencari Soojung. Ketika kami ingin menyebrang jalan yang cukup besar tiba tiba ada dua orang pemuda gagah menabrakkku dan Sunyoung hingga kami tersungkur jatuh dan meniban tubuhnya sehingga kini aku dan Sunyoung berasa diatas tubuh pemuda itu masing masing..
"HEY! Kalau jalan pakai mata" Omel Sunyoung.

Ketika aku dan Sunyoung melihat kearah pemuda itu secara detail ternyata ia adalah..................
"LEE DONGHAE? CHO KYUHYUN? KAU................"


-to be continued-

Selasa, 17 Juli 2012

Fanfiction: “Love Scandal”

 



Title : “Love Scandal”
Author : Choi Soo Jung a.k.a Farah Rizka Nuzula
Main Cast : -Lee Taemin (SHINee)
                      -Krystal Jung(f(x))
                      -Choi Sulli (f(x))
Other Cast : -SHINee and -f(x)
Backsound : -SHINee - Hello
Length : Romantic

Krystal p.o.v

     Aku Krystal, Aku adalah seorang siswi dari Yoongsan High School, Sekolah standar tinggi yang setiap siswa dan siswinya kebanyakan terdiri dari orang yang mampu.
Aku adalah seorang Taemints. Yang artinya aku adalah seorang fans berat dari Lee Taemin SHINee, Boyband yang sedang naik daun saat ini.
Aku duduk disebuah halte yang sepi sambil menunggu bus yang biasa kutumpangi setiap pergi kesekolah.
Aku membuka album foto yang hampir semua isi foto tersebut adalah foto Lee Taemin.












 


Bus pun datang, aku pun segera menutup album fotoku lalu menyimpannya di dalam tas ku.
Selama diperjalanan aku selalu membayangkannya.
"Kapan aku bisa bertemu dengannya (?)" ucapku.
"Mungkin itu hanya mimpi (!)" gerutuku pelan.

Sesampainya didepan pintu gerbang sekolah aku pun segera berlari menuju kelasku. Ternyata suasana dikelasku sudah cukup ramai, dipenuhi oleh puluhan teman temanku yang cantik dan tampan bahkan kaya.
Aku pun segera berjalan ketempat duduk yang biasa aku tempati.
Aku menundukkan kepalaku dimeja, karena aku sedang sedih dan gelisah. Sebab, Taemin sedang digosipkan dengan yeoja yang bernama Sulli, Choi Sulli. Ia adalah seorang gadis kaya yang cantik, baik hati bahkan terkenal, tidak sepertiku gadis bodoh yang sangat jelek dan tidak terkenal. Benar benar berbeda. Setiap hari aku selalu berdoa agar Taemin pindah dari Chungdam, kemudian ia pindah kesekolahku. Benar benar tidak masuk akal.

'Kringggg'

Bel pun berbunyi pertanda masuk kelas.
Dan tak lama lagi Guru Park datang dengan raut wajah yang gembira.
"Annyeong, semua. Hari ini kita kedatangan murid baru." Sapa Guru Park.
"Dia adalah murid baru yang sangat spesial" Sambung guru Park.
"Mwo (?)" Tanya kami semua.
"Tunggu sebentar, biar saya panggilkan (!)" Jelas Guru Park.
"Taemin.. Lee Taeminn..." Teriak Guru Park.
"OMO!!!!" Teriak kami semua.

Sungguh tak kusangka dan tak kubanyangkan, ternyata murid baru spesial yang dimaksud Guru Park adalah Lee Taemin.
Terimakasih,tuhan akhirnya doaku terkabulkan.
Dan dia tampak terlihat lebih tampan jika dilihat langsung, tak kusangka aku bisa melihatnya dari dekat.
Sungguh keajaiban untukku.
"Annyeong, Lee Taemin Imnida~" Sapanya ramah.
"Annyeong, Kau tampan sekali!" Teriak salah satu temanku.
"Sudah..sudah..lebih baik kalian  perkenalkan dirinya nanti saja pada jam istirahat!" Jelas Guru Park.
"Hmm.. Taemin kau boleh duduk disebelah Krystal" Perintah Guru Park.
"Annyeong, boleh aku duduk disini (?)" tanyanya ramah.
"Aaahh.. aah Ne .. Silahkan (!)" Balasku gugup.

'deg .. deg .. deg'

Jantungku berdetak cukup keras, karena ini benar benar seperti mimpi . Seseorang yang sangat aku cintai, dan yang sangat aku idolakan berada disampingku.
"Kau kenapa (?)" tanyanya aneh.
"Ah, tidak, aku baik baik saja (!)" Balasku dengan nada bodoh.
"Hmmm..." ...

Pelajaran pertama adalah pelajaran fisika, ini adalah pelajaran favoritku.
Selama penjelasan Guru Park, sepertinya Taemin tidak konsentrasi dan tampak gelisah.
Guru Park pun memberi kami tugas fisika, dan terlihat kalau Taemin belum mengerjakannya satupun.
"Boleh aku tanya sesuatu (?)" Ucapnya gelisah ..
"Ne, tentu!" Balasku mencoba santai.
"Maukah kau mengajariku tentang pelajaran fisika (?)" Tanyanya yang membuatku kaget.
"Aaah itu ide yang bagus, memangnya kenapa (?)" ...
"Aku masih kurang paham dengan fisika" Jawabnya...
"Oh...!" jawabku simple.

                                      ****

'Kringggg .. Kringggg'

Bel pulang sekolah pun berbunyi, aku segera keluar gerbang dan melangkah kearah halte bus.
Tiba tiba ada suara namja yang memanggilku dari belakangku.
"Yaa, kau mau kemana (?)" Ucapnya..
"Lee Taemin, aa.. aku .." Ucapku gugup
"Sudah cepat naik ke mobilku, kau tadi sudah janji untuk mengajariku fisika!" Gerutunya..
"Oh iya aku sampai lupa!" Balasku lemas.

Sesampainya dirumah Taemin ...
OMO!!!! Rumahnya sangat besar, tak kusangka dia memang benar benar berasal dari keluarga yang sangat mampu.


"Waaw" Gumamku..
"Kenapa ?" Tanyanya heran.
"Rumahmu sungguh megah..." Ucapku norak.
"Hmm..." ..

Aku diajak Taemin pergi kekamarnya, benar benar sungguh hebat. Kamarnya begitu luas dan bagus.
"Sini.." dia menyuruhku duduk disebuah kursi minimalis yang sangat bagus.

Selesai mengajari Taemin, akupun pulang kerumah dan diantar oleh Taemin.
"Terimakasih" Ucapku..
"Seharusnya, aku yang berterima kasih, karena kau telah mengajariku!"
"Ah,ne. Cheonmaneyo, aku masuk dulu. Hati hati dijalan!" Gumamku lembut.

Lalu aku masuk kerumahku, dan Taemin pun pulang mengendarai mobilnya dengan sangat hati hati.

Aku berjalan menuju toilet kemudian mencuci muka. Setelah itu Aku menulis dibuku harianku tentang indahnya hari ini. Bahwa Taemin sekolah disekolahku. Sungguh sangat tak terbayang aku bisa berbicara langsung dengannya, dan berhadapan langsung dengannya.

                                                           ***

Taemin p.o.v

Dimana Krystal kenapa pukul segini belum datang juga?
Ahh pabo, kenapa aku memikirkan dia? aku kan sudah punya Sulli.

'Replay .. Replay .. Replay ..'

Handphoneku berdering dan rupanya panggilan dari yeojachinguku Sulli.

"Yeoboseyo chagiya?" Sapaku.
"Yeoboseyo!" ..
"Ada apa pagi pagi menelponku? apakah kau kangen padaku?"
"Ah, itu sudah pasti Taemin. Oh iya bagaimana dengan sekolah barumu?"
"Menyenangkan!" ..
"Oh, baguslah, nanti siang aku mau kesekolahmu, boleh atau tidak?"
"Boleh, aku senang jika kau datang kesekolahku, memangnya kau tidak sekolah?"
"Aku sekolah, tapi pulang cepat, karena disekolahku sedang ada rapat penting!" ..
"Oh baiklah, segeralah datang!" ..
"Tentu saja.."
"Good Bye chagiyaaa, Saranghae...!" Ucapku..
"Nado .. Saranghaeyo" Jawab Sulli.

Rupanya selama aku sedang bercakap cakap dengan Sulli dihandphone ,Krystal mendengarnya.
"Ah, kau rupanya..." Ucapku..

Wajahnya tampak cemberut dan hampir mengeluarkan air mata. Sebenarnya ada apa dengannya?..

Krystal p.o.v

Pabo.. Pabo .. mengapa aku mendengarkan percakapan mereka?
Karena itu hanya membuat hatiku sakit dan sakit ..

Kemudian Taemin datang menghampiriku dan memegang pundakku.
"Kau kenapa?" tanyanya seperti orang bodoh..
"Aku baik baik saja, jangan cemaskan aku!" Balasku kesal.
"Baik baik saja? tetapi mengapa matamu sembab seperti habis menangis?" Ledeknya..
"DIAM! Aku tau kau artis terkenal, kau adalah Lee Taemin idola para remaja tapi kumohon jangan lakukan seperti itu di depanku! Karena aku adalah Taemints sejati..." Bentakku lalu meniggalkannya.
"Mwo?" Teriaknya, disaatku sudah mulai jauh..

Author p.o.v

Taemin berlari mengejar Krystal berlari yang sudah cukup jauh darinya tapi ia tidak akan menyerah karena ia ingin menanyakan sesuatu, apakah yang dimaksud perkataan Krystal tadi.
Sesampainya ditengah lapangan Krystal jatuh pingsan dan tak sadarkan diri.
Dan Taemin pun membawanya ke ruang UKS.

Handphone Taemin berdering, dan itu adalah panggilan dari Sulli.
"Chagiya, sebaiknya kau jangan sekolahku sekarang, terimakasih!" Ucap Taemin singkat lalu menutup telefonnya, padahal Sulli belum sempat bicara.

15 menit kemudian Krystal pun sadar.
"Kau sudah sadar?" tanya Taemin khawatir.
"Dimana aku? mengapa aku ada disini?" Gerutu Krystal.
"Kau diruang UKS, Karena tadi kau pingsan!" Jelas Taemin kepada Krystal.
"Maafkan aku!" Ucap Krystal sambil memeluk Taemin.
"Mwo?" Taemin kebingungan..
"Maaf karena tadi aku telah membentakmu!" Balas Krystal sambil menitikkan air matanya..
"Oh masalah itu, tidak perlu dipikirkan lagi, apakah benar kau seorang Taemints?" Tanya Taemin yang membuat Krystal terdiam.
"Ah ne, sebenarnya aku sangat mengidolakanmu!" Balas Krystal.
"Hmm.. Saranghae~" Gumam Taemin yang membuat Krystal mati rasa.

                                          ****
Sepulang sekolah, seperti biasanya Krystal mengajarkan Taemin tentang pelajaran fisika.
Karena sudah terlalu lelah, Krystal pun ketiduran lalu Taemin membawanya kekasur dan ia pun ikut berbaring dikasur karena Taemin juga sangat lelah.

*Pagi Hari 06.00*

Krystal terbangun dari tidurnya ia kaget dan teriak mengapa Taemin ada disampingnya. Lalu tak berapa lama Taemin terbangun dan ia pun juga teriak mengapa Krystal  berada disampingnya.
Setelah mengingat kejadian tadi malam mereka berdua pun baru sadar. Dan kaget.

Krystal pun pulang dari rumah Taemin.
Tetapi ia tidak diantar Taemin karena dia ingin olahraga sebentar, lagipula ini adalah hari libur.
Krystal berjalanmenuju toko buku, dan ia sangat shock saat melihat tabloid bahwa Lee Taemin SHINee tidur satu ranjang dengan seorang yeoja. Dan di dalam foto itu adalah Krystal.
Krystal pun langsung pergi dari toko tersebut. Karena ia takut ketahuan.

*Gedung SM ENTERTAIMENT*

Pagi ini Taemin datang ke gedung SM untuk melaksanakan latihan konser SHINee World dibulan selanjutnya, tetapi saat ia masuk kedalam dorm teman temannya malah memandangnya pedas.
"Rupanya kau datang..." Ucap Minho ...
"Memangnya kenapa? aku kan teman kalian!" Balas taemin santai.
"Apa kau bilang teman? apa maksud ini!!!!" Bentak Onew..

 Onew memberikan foto Taemin yang sedang tidur satu ranjang dengan Krystal.


"Apa ini?" Bentak Onew..
"Ahh, ini ..." Ucap Taemin gugup.

Tiba tiba Sulli datang disaat keadaan sedang tidak baik.

'Plaaakkk'

Sulli menampar Taemin hingga pipinya memerah.
"Apa ini?" tanya Sulli kesal..
"Ini adalaahh .. eeuhmmm" Taemin gugup.
"Siapakah yeoja ini?" tanya Sulli.
"Dia adalah Krystal" ...
"Krystal? siapakah dia? baiklah aku akan mencarinya hingga ketemu, lalu aku akan menculiknya lalu.. Membunuhnya!" Ancam Sulli kepada Taemin..
"Mwo? Dasar kau licik, jangan ikut campur urusan orang lain!" Bentak Taemin.

Sayang sekali, Sulli tidak mendengar perkataan Taemin, kemudian ia pergi begitu saja.
"Aku harus menyelamatkan Krystal..." tegas Taemin..


Aku duduk sambil menyandar tembok sekolah dengan pandangan kosong, entah apa yang sedang aku pikirkan.
Angin begitu kencang, awan begitu gelap, dan malam ini terasa berbeda.
Aku melihat sekumpulan orang datang menghampiriku. Tiba tiba jaraknya semakin dekat denganku, lalu ia memotretku dan bertanya terus menerus kepadaku.
"Benarkah Kau seorang yeoja yang bernama Krystal Jung?" tanyanya lembut padaku.
"Ah, ne kau siapa?" jawabku dengan nada pelan.
"Aku wartawan, benarkah kau memiliki hubungan khusus dengan seorang aktor sekaligus personil boyband shinee yaitu Lee Taemin?" tanyanya yang membuatku gemetaran.
"Ah, itu tidak benar dia hanya temanku saja" Jawabku gemetaran..
"Benarkah? tetapi semakin lama foto itu semakin tersebar luas!" Komentarnya..
"Yaa , aku mengerti tetapi aku dan ia hanya seorang teman biasa." Gerutuku...

Tiba tiba, ada seseorang yang menarik tanganku dan membawaku lari. Padahal aku tidak tahu siapakah orang itu.
"Ya, siapa kau? mengapa kau menarik tanganku!!!! Lepaskan!!!" Teriaku.
"Kau tidak perlu tau..." Balasnya..
"Yaa, lepaskan!!!!" Teriakku yang sedari tadi berusaha ingin menghindarinya tetapi tidak bisa.

Kemudian aku pun dimasukkan kedalam mobilnya dan ia mendekapku sehingga aku pingsan.

.. Aku membuka mataku, aku bingung sedang berada dimana aku sekarang! ..
Suasananya sangat menyeramkan dan terdapat api unggun didepanku. Setelah aku sadar, aku pun langsung berontak kesana kemari agar bisa bebas dan keluar dari tempat seram ini.
"Rupanya kau sudah sadar?" tanyanya dengan nada yang sangat misterius.
"Yaa, siapa kau? mengapa kau membawaku ke tempat seperti ini Hah????" Bentakku.

Apakah dia menculikku? mengapa dia begitu kejam, memangnya apa salahku kepadanya. Setelah dipikir pikir ternyata yang menculikku adalah seorang yeoja, tapi aku tidak tahu siapakah orangnya.
"Sebenarnya kau siapa? cepat katakan padaku!!!!!!" Geutuku dengan nada tinggi.
"Hah, kau mau tau aku ini siapa?" Jelasnya sambil mencengkram daguku.
"Yaa, aku memang ingin tau kau itu siapa. Ayo cepat katakan! Kalau tidak aku akan mengutukmu!"  Ancamku pada yeoja tersebut.
"Hah? apa kau bilang? punya kelebihan apa kau sehingga bisa berkata seperti itu kepadaku yeoja bodoh, mati saja lah kau sekarang!" Bentaknya lalu menendang bangku yang sedang kududukkan dengan keadaan terikat itu jatuh.
"Siapa Kau sebenarnya, sampai kapanpun aku tidak akan takut padamu!" Teriakku, walaupun aku sedang kesakitan karena dicambuk olehnya berkali kali.

Akhirnya yeoja itu pun membuka topengnya dan ternyata .... OMO0!!!!
Ternyata seseorang yang menculikku adalah Sulli, yeojachingu Lee Taemin.
"OMONAAA, kau!!!!" Teriakku kaget...
"Baru tau kan? Hei yeoja miskin dengar yah, sampai kapanpun kau tidak akan bisa mendapatkan Taemin. Dan foto itu, benar benar foto brengsek!" Gerutunya sambil memegang kedua pipiku.

"Kau yang brengsek Choi Sulli!" Teriak seorang namja yang sangat kukenali suaranya.

OMONAAA... Dia adalah Lee Taemin.

"Kau? Mengapa kau ada disini Honey?" Rayu Sulli kepada Taemin.
"Diam, Kau jangan macam macam pada Krystal, kalau tidak kau akan mati Sulli!" Ancam Taemin marah berat.
" Mwo? Taemin apa yang telah kau katakan? Kau serius? apakah aku tidak salah dengar" Balas Sulli dengan nada menyebalkan.
"Ne, jika kau macam macam dengannya kau akan mati sekarang juga Sulli" Bentak Taemin kesal.
"Benarkah? baiklah, justru kau yang akan kubuat mati!" Teriak Sulli.

Kemudian Sulli menyuruh anak buahnya untuk menghabisi Taemin. Ya tuhan, aku kasihan pada Taemin, tapi sekarang apa yang harus kulakukan. Aku tidak tega Taemin disakiti seperti itu.
Hatiku semakin takut melihat Sulli membawa 2 botol alkohol. Sebenarnya untuk apa alat itu?

Author p.o.v

Sulli membawa 2 buah botol alkohol, sebenarnya untuk apa ia membawa itu. Dan ternyata tanpa sepengetahuan Krystal, Sulli ingin melemparkan isi air alkohol tersebut ke wajah Taemin. Tapi na'as, saat Sulli melemparkan air alkohol itu ternyata tidak mengenai wajah dan mata Taemin, tapi malahan terkena wajah Krystal yang sudah melindungi Taemin terlebih dahulu.
"Haaah? Krystal Jung?" Teriak Taemin panik dengan wajah Krystal yang hancur akibat terkena air alkohol.
"Lee Taemin, Taemin.. Aku tidak .. Aku tidak bisa melihat, mataku gelap, tidak ada cahaya satupun!" Ucap Krystal sedih..
"Sabar Chagiya!" Ucap Taemin menangis.
"Dasar yeoja brengsek, lihat dia, wajahnya hancur , kulitnya rusak dan .. matanya buta. Itu semua karenamu Sulli, sekarang kita putus, dan tak ada lagi hubungan diantara kita" Ucap Taemin sambil menampar kedua pipi Sulli dua kali.
"Aku minta maaf" Ucap Taemin simpel.
"Apa kau bilang? minta maaf? sampai kapanpun aku tidak kan memaafkanmu! Ahrasseo???" Bentak Taemin.


2 Bulan Kemudian


Sudah dua bulan Krystal dirawat dirumah sakit. Dengan keadaan wajah diperban serta mata yang ditutup rapat oleh perban juga.
"Dimana aku sekarang?" tanya Krystal panik.
"Kau sedang di rumah sakit chagiya.." Jawab Taemin mesra..
"Mwo? kenapa kau memanggilku chagiya? aku bukanlah yeojachingumu, aku hanyalah wanita bodoh yang jelek dan miskin" Ucap Krystal sambil memukul kepalanya sendiri.
"Aku buta, aku tidak bisa melihat.. aku cacat!" Tangis Krystal.
"Sabar Krystal, kau pasti bisa sembuh, dan pasti suatu saat nanti akan ada seseorang yang akan mendonorkan matanya untukmu! Walau kulitmu hancur!" Jelas Taemin sambil memeluk Krystal.
"Aku sudah tidak bisa sembuh Taemin .. Aku tidak bisa" Tangis Krystal semakin kencang dipelukan Taemin.

'Tok Tok'

Pintu kamar berbunyi, seperti ada seseorang yang datang.
Taemin datang menghampiri pintu tersebut lalu membukanya.
Rupanya Sulli yang datang.

"Mau apa kau disini?" Tanya taemin jutek.
"Aku .. Aku .." Jawab Sulli gugup.
"Taemin ada siapa?" tanya Krystal.
"Krystal aku minta maaf, aku sungguh minta maaf atas kejadian itu aku mohon maafkan aku!" Ucap Sulli yang sedang bersujud dihadapan Krystal.
"Kau Sulli? Ah, aku sudah memaafkanmu sebelumnya Sulli, jadi tidak apa apa!" Ucap Krystal lembut.
"Dasar yeoja tidak tau diri, lihat Krystal! Dia sudah ikhlas memaafkanmu, padahal kau sudah membuat kulitnya rusak bahkan matanya buta! tetapi kau? kau malah menculiknya dan mencelakainya hanya karena masalah scandal yang tidak masuk akal!!" Bentak Taemin kemudian menampar Sulli hingga pipinya merah.
"Sudah Taemin, yang penting sekarang dia sudah meminta maaf padaku!" Jelas Krystal.
"Lee Taemin, ada yang ingin ku bicarakan padamu!" Gumam Sulli dengan nada tangisannya..
"Mwo? tidak ada yang perlu dibicarakan lagi bukan?" Balas Taemin jutek.
"Tapi ini penting banget Taemin!" Ucap Sulli.
"Baiklah. Cepat mau bicara apa?" Jawab Taemin tanpa memandang wajah Sulli.
"Aku tidak akan bicara disini, ku tunggu kau diruang tunggu!" Jelas Sulli yang segera meninggalkan Taemin dan Krystal.

Taemin pun pergi meninggalkan Krystal sendiri, dan menyuruh Krystal agar hati hati.
Dan ia pun segera pergi keruang tunggu untuk bertemu dengan manta yeojachingunya yaitu Sulli.
"Ada apa? apakah ada sesuatu yang begitu penting ?" Gerutu Taemin.
"Ne" jawab Sulli singkat.
"Cepat jangan membuang waktuku!" ..
"Taemin, sebagai permintaan maafku yang begitu tulus kepada Krystal, aku .. aku .. aku ingin mendonorkan mataku untuknya.." Jelas Sulli dengan gugup.
"Wae??????? Apakah kau serius?" Teriak Taemin kaget.
"Ne, aku serius dan aku dengan sangat yakin! karena 5 hari lagi aku akan pergi ke Austria untuk tinggal disana selamanya bersama keluargaku" Gumam Sulli.
"Baiklah kalau itu mau mu lagipula itu akan menjadi kabar baik untuk Krystal, dan nanti aku akan bicara kepada dokter"
Balas Taemin.

                                                                    ***

"Krystal ada kabar baik untukmu!" Ucap Taemin kepadaKrystal..
"Wae? kabar baik apa?" Tanya Krystal penasaran.
"Kau tau, sebentar lagi kau akan bisa melihat kembali!" Jelas Taemin lembut.
"Mwo??? Kau serius?" Ucap Krystal dengan senang hati.
"Iya, aku serius!" Ucap Taemin dengan nada lemah, ketika melihat Sulli yang sedang berbicara dokter didepan kamar Krystal.
"Dan nanti malam kau bisa melaksanakan operasi matanya, karena orang itu berjanji akan mendonorkan matanya sekarang juga!" ..
"Benarkah? wah aku harus berterima kasih banyak kepadanya karena ia sudah ingin memberikan matanya untukku!" ..

                                                                        ***

Operasi pun berjalan lancar, setelah 2 jam kemudian, Krystal sudah diperbolehkan melihat walau matanya masih terlalu sensitif.
Dan dokter menyurh Taemin untuk mengajak jalan jalan malam pada hari ini.

Krystal p.o.v

Dokter menyuruh Taemin untuk mengajakku jalan jalan disekitar rumah sakit.
Dan saat kami keluar kamar, aku melihat sepucuk surat yang sepertinya itu khusus diberikan untukku.

To : Krystal Jung

            Selamat Krystal, sekarang kau sudah bisa melihat dengan mata indahmu itu. Kau sudah bisa melihat bulan matahari serta bintang bintang kecil yang cantik.  Kau juga bisa melihat orang yang sangat kau cintai yaitu Taemin. Krystal, kumohon jaga mataku itu baik baik, semoga sampai kahir hayatmu mata itu akan menjadi sebuahy organ tubuhmu yang paling kau sayangi. Maafkan aku Krystal, kalau selama ini aku banyak salah padamu! Dan ingat pesan terakhirku untukmenjaga mataku itu, walau kali ini aku tak bisa melihat keindahan alam semesta lagi.
                                                    Ghamsahamnida^^
                                                                                                                              From: Choi Sulli



Air mataku terjatuh setelah melihat ini, ternyata sesorang yang telah mendonorkan matanya untukku adalah Sulli. Sungguh tak kusangka. Dan aku benar benar sungguh berterima kasih atas jasanya padaku.

                                                                      ***

Walau kulitku tak secantik dulu, dan walau aku tak sesempurna dahulu, tetapi aku bersyukur atas mata yang telah diberikan dari seorang temanku. Ia rela buta demi aku, ia relah tersiksa hanya demi aku. Terima Kasih Sulli.
Dan hidupku semakin lengkap karena Taemin, ia adalah artis pujaanku yang selama ini aku dambakan dan ternyata sekarang ia berada disampingku.
"Krystal .." Ucap Taemin gugup...
"Ne?" Jawabku santai...
"Saranghae Krystal Jung..." Ucap Taemin dengan romantis..
"Mwo?" Ucapku kaget...
"Yaa, mau kah kau menjadi yeojachinguku?" tanyanya padaku dengan mesra.
"Ahh, Lee Taemin aku tidak salah mendengar?" Ucapku heran..
"Ne, aku mencintaimu. Saranghae." Balas Taemin lembut...
"Ne, nado saranghaeyo Lee Taemin" ...

                 Tiba tiba Taemin mencium bibirku mesra sehingga membuatku kaget dan tak berdaya lagi. SARANGHAE LEE TAEMIN!!!!!!!



                                                     -HAPPY ENDING-


Jumat, 30 Desember 2011

Ada Kissmark Di Leher Taemin?

Annyeong..annyeong..annyeong semuanyaaaaaa~
Saya datang membawa berita baru.
Siapa sih yang tidak kenal dengan seorang maknae yang satu ini "LEE TAEMIN"
Sekarang maknae dari boyband SHINee tengah memiliki kabar yang sangat membuat para taemints kesal. Karena pada leher Taemin terdapat sebuah kissmark berwarna merah keungu unguan muncul dileher Taemin *Omo bercinta sama siapa dia*.
Dan kemudian saya mencari blog yang sedang membahas berita ini dan katanya itu bener!!! tapi gatau juga sih yaaa... nah yang penasaran sama kissmark yang ada dileher Taemin..ini diaaa...

Selasa, 27 Desember 2011

(FANFICTION) “My Youngsaeng”




Maincast : - Lee Donghae
                 - Lee Joo Yeon
Rating : PG
Author : Farah a.k.a Choi Soo Jung
Backsound : Girls Generation - Complete

                                                     *Mulai*

Menyesal, menyesal, dan menyesal. 
Hanya kata itu yang selalu memenuhi pikiranku. Entah kenapa aku ini sangat bodoh. Kenapa dulu aku selalu merepotkan oppaku sehingga sesuatu yang sangat tidak kuinginkan datang menimpaku dan oppaku. Padahal kehidupan ekonomi kami cukup sulit tetapi aku justru merepotkan oppaku yang sudah bekerja keras demi menghidupkan kami.

                                                            ***

"Joo Yeon, makan malamnya sudah aku siapkan ayo cepat masuk Jooyeon!" Ucap seorang namja sembari menghampiri seorang adik perempuannya yang sedang berdiri dibalkon rumahnya.
"Ya, Oppa kau makan duluan saja" Balas Jooyeon. Donghae menghela nafas.
"Jangan begitulah Jooyeon, nanti kalau kau tidak makan kau akan sakit. Dan kau tau..udara diluar sangat dingin, ayo cepat masuk!" Kata Donghae sembari memeluk adiknya dari belakang.
"Sudahlah oppa, makan saja duluan! Nanti aku juga akan makan, tidak usah khawatir!" Ujar Jooyeon sedikit kasar.

06.00 Pagi

Sebuah jam leker milik Jooyeon berbunyi itu pertanda bahwa sekarang sudah pagi dan waktunya Jooyeon pergi sekolah.
"Jooyeon, bangun! sekarang sudah pagi!"

Suara lembut seorang namja sambil mengelus pipi Jooyeon bertujuan baik untuk membangunkan Jooyeon yang masih tidur nyenyak.
"momi jjibudunghada,aku masih mengantuk Donghae oppa" Kata Jooyeon malas.
"Tapi, kau harus segera pergi kesekolah. Supaya kau pintar nantinya, ayo cepat!" ...
"Baiklah"..

Donghae membantu adiknya tersebut mengambil sebuah tongkat yang selalu ia gunakan. Tongkat itu sangat berarti bagi Jooyeon, karena jika tak ada tongkat itu ia tidak bisa berjalan.

                                                                               ***
Selesai mandi Jooyeon segera pergi menuju ruang makan, karena seorang kakak laki laki yang sangat ia sayangi sudah menunggunya.
"Ayo cepat makan..jangan seperti tadi malam lagi..."
"Kenapa kau makannya lama sekali.. ayo cepat nanti kau terlambat datang ke sekolah Jooyeon!"
"Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali" ...

Selesai makan, Jooyeon pamit kepada kakak tercintanya untuk segera pergi ke sekolah.
Setiap hari Jooyeon pergi kesekolah dengan menggunakan angkutan umum, Bus Kota.
Akhirnya Jooyeon sampai disekolah. Sebenarnya Jooyeon sangat iri kepada teman temannya karena semua temannya memiliki tubuh ideal,wajah cantik dan kaki yang indah. Sedangkan dirinya hanyalah wanita biasa dan memiliki tubuh yang tidak luar biasa serta kaki yang dibantu oleh sebuah tongkat. Namun Jooyeon tetap bersyukur apa yang terjadi padanya saat ini.
Bel istirahat berbunyi , Jooyeon segera keluar kelas dan pergi menuju kantin. Jooyeon memiliki teman terdekat disekolah yaitu Minhyun. Minhyun adalah yeoja yang berasal dari keluarga yang berkecukupan. Tetapi Minhyun memiliki hati nurani yang baik, dan ia tidak malu berteman dengan seorang seperti Jooyeon yang berjalan hanya menggunakan sebuah alat bantu yaitu tongkat.

                                                                              ***

'Kringgggggggg' 'Kringggg'

Sekarang adalah waktunya pulang sekolah, Joyeon segera keluar kelas dan menuju kerumah. Ketika sampai di gerbang tiba tiba Jooyeon dipanggil oleh kepala sekolah dan Jooyeon ditagih untuk membayar uang sekolah, jika tidak nanti ia akan dikeluarkan dari sekolah. Jooyeon sedih setiap kepala sekolah menagih uang sekolah kepadanya. Dan sampai akhirnya ia sampai dirumahnya, da ternyata seorang kakak laki lakinya , Lee Donghae telah menunggunya di teras rumah.
"Ya, kau baru pulang my youngsaeng? Aku menunggumu dari tadi"...

Donghae memeluk Jooyeon karena ia takut terjadi apapun pada Jooyeon karena akhir akhir ini ia tidak mau makan.
"Oppa, ada yang ingin kubicarakan padamu" ...
"Bicara apa?" ...
"Hhhh...tidak jadi deh, nanti saja aku kasih tau oppa!" ..
"Aku lapar, aku mau makan!" Sambung Jooyeon..
"Baiklah, ayo kita masuk nanti kubuatkan nasi goreng kesukaanmu!" Ucap Donghae dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih oppa, baiklah aku masuk dulu. Aku mau ganti baju dulu sebentar!" ...

Setelah selesai ganti baju jooyeon akhirnya keluar kamar dan ia sudah ditunggu oleh oppanya untuk segera makan siang. Tetapi Jooyeon justru tidak langsung mengahampiri oppanya yang ada di meja makan tepat di hadapannya.
Donghae menghampiri Jooyeon yang sedang berdiri dan berdiam hampa di balkon. Donghae berkali kali memanggil nama Jooyeon tapi Jooyeon tak menjawabnya.Dan sampai akhirnya Donghae memeluk adiknya dari belakang dan mencium  tengkuk belakang Jooyeon hingga terdapat sebuak kissmark. Namun Jooyeon serentak menghentikan aktivitas Donghae, karena sikap Donghae sudah kelewatan dengan adiknya sendiri.
"Oppa...aahh stop! aku ini adikmu bukan yeojachingumu! Ahrasseo?" Tegas Jooyeon dengan bibir imutnya yang menggembung.
"Mianhae Jooyeon, habisnya dari tadi aku panggil panggil kau malah diam!" ...
"Tapi tidak begini juga caranya oppa! ini sudah keterlaluan!" Serentak Jooyeon langsung pergi meninggalkan Donghae sendiri di balkon, dan Jooyeon pun menuju ruang makan.

Setiap hari mereka menjalani kehidupannya hanya dengan berdua, mungkin kalian bertanya tanya kemanakah orangtua mereka? Beberapa tahun lalu keluarga mereka mengalami kecelakaan setelah pulang dari pulau jeju. Dan kecelakaan tersebut yang membuat eomma mereka, dan kecelakaan tersebut juga menimpa kaki Jooyeon sehingga ia lumpuh seperti sekarang. Sedangkan appa mereka setelah beberapa bulan kepergian eomma nya tiba tiba appanya menikah dengan wanita lain dan pergi meninggalkan Jooyeon dan Donghae dan itulah yang mengakibatkan mereka menjadi anak yang tidak terurus dan menghabiskan waktu hanya berdua.
"Mianhae Jooyeon..Jeongmal Mianhae!~" Ucap Donghae sambil menatap wajah adik perempuan yang ia sayangi.
"Sudahlah jangan dibahas lagi...lupakan saja soal kejadian tadi!" Seru Jooyeon..
"Benarkah Jooyeon? Gomawo my youngsaeng!" Donghae senang ketika Jooyeon sudah memaafkannya.
"Ohiya, tadi apa yang ingin kau katakan padaku Jooyeon?" ..
"Ah..." Kata Jooyeon terputus..
"Kenapa?" Tanya Donghae..
"Sudah 1 bulan yang lalu Guru Yeong menagih uang bayaran sekolah, tapi aku berkata padanya kalau keluarga kita belum punya uang saat ini. Dan setiap ia bertemu aku, dia selalu menagih itu!" Ucap Jooyeon tertunduk lemas karena ia takut oppanya bersedih.
"Mwo? kenapa kau baru bilang Jooyeon?  Seandainya kau berkata dari dulu mungkin aku akan mencarikanmu uang supaya kau bisa membayar biaya sekolah, tetapi kenapa kau baru bilang? huh? aku kecewa padamu Jooyeon!" Donghae mendengus kesal karena adiknya tak mau bilang kalau dari sebulan yang lalu ia ditagih uang sekolah oleh kepala sekolahnya.
"Mian oppa, lebih baik aku berhenti sekolah dan tidak sekolah lagi. Itu akan membuat hidup kita lebih baik oppa!" Jelas Jooyeon.
"Apa kau bilang/ semudah itu kau mengatakan hal seperti itu, Ya Lee Jooyeon dengar aku baik baik diluar sana banyak orang yang ingin sekolah sepertimu tetapi karena mereka tidak mampu maka itu mereka tidak bisa sekolah. Dan seharusnya kau bersyukur LEE JOOYEON!" Bentak Donghae.
"Ya, maafkan aku oppa..aku sungguh minta maaf aku sangat menyesali perkataanku!" ..
"Ne, tapi ingat jangan diulangi lagi kata seperti itu. Dan besok aku akan mencari pekerjaan supaya kau bisa membayar uang sekolahmu Jooyeon! Cukup aku saja yang bekerja!" ..
"Kau serius Donghae oppa?" ..
"Ne, Jooyeon!"..
"Gomawo Donghae Oppa.!" ..
"Cheonmaneyo, My Youngsaeng!" ..

Dan akhirnya mereka melanjutkan makan siang mereka yang tadi cukup lama tertunda.

                                                            ***

Jam lekerku berbunyi. Itu tanda waktu sudah pagi, aku segera mandi dan bersiap siap lekas pergi kesekolah. Dan ada yang cukup berbeda dengan pagi ini, biasanya seorang kakak laki lakiku yaitu lee donghae selalu duduk manis menungguku diruang makan.Tapi kali ini tidak, diruang makan sekarang cuma ada dua buah roti dan susu putih segar. Pasti iya menyediakannya khusus untukku. Gomawo oppa.

Sepanjang perjalanan aku hanya diam dan berfikir mungkin lebih baik aku memang harus keluar dari sekolah. Supaya tidak menambah beban kakakku Lee Donghae! Dia selalu bekerja keras demi aku. Dan aku sadar bahwa aku sudah banyak merepotkan dirinya. Setelah berpikir panjang, aku memutuskan untuk tidak pergi kesekolah pagi ini. Aku ingin mencari pekerjaan yang tidak terlalu sulit untukku dan penghasilan yang cukup lumayan.
Setelah lelah berjalan, akhirnya aku menemukan pekerjaan yang tepat, yaitu sebagai pegawai di kedai kopi. Walaupun tempatnya kecil, tetapi aku merasa nyaman. Awalnya manager kedai kpi ini meragukan aku untuk bekerja disini. Karena aku yeoja yang lumpuh. Tapi karena ia kasihan padaku kemudian ia menerimaku sebagai pegawainya di kedai ini.

                                                                 ***

Tak kusangka sudah lebih dari dua minggu aku bekerja di kedai ini, dan semakin lama uang tabunganku semakin banyak. Aku tidak menyangka bahwa semua uang ini dari penghasilanku sendiri. Pokoknya malam ini aku harus membuat Donghae oppa tersenyum, aku ingin dia menerima uangku ini sebagai tanda terima kasih karena ia sudah mau mengurusku dengan baik. Donghae oppa, dia benar benar kakak yang baik.

Ketika aku sampai dirumah, aku melihat Donghae oppa yang sedang duduk diruang tamu. Sebaiknya aku segera memberi uang ini kepadanya supaya ia senang.
"Kau darimana saja? ini sudah larut malam! Kenapa kau baru pulang huh?" tanya Donghae sedikit tegas.
"Ak aku..." Kata kata Jooyeon terputus ketika nada pembicaraan Donghae sedikit keras.
"Cepat katakan!!! Darimana saja kau? Tak kusangka jadi selama dua minggu ini ternyata kau tidak pergi kesekolah!!! Benarkah itu? cepat katakan!!!" Bentak Donghae sembari menjambak rambut adiknya tersebut.
"Ah..ne opa...iya aku jujur aku tidak pergi kesekolah selama dua minggu ini..tapi lepaskan oppa, ini sakit sekali!!!!!"

Donghae mengabaikan pengakuan Jooyeon, dan Donghae membawanya ke kamar madi kemudian mengguyurnya sehingga ia sadar dan meminta maaf karena sudah membuatnya sangat sangat kecewa.
"Kau tau? tadi pagi aku dipanggil oleh gurumu aku diejek, aku dimaki dan aku dibilang bukanlah kakak yang baik, padahal aku berkata padamu supaya selalu rajin sekolah, tetapi? kenapa kau tidak sekolah! Jujurlah padaku sebenarnya selama ini kau kemana LEE JOOYEON!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Ucap Donghae sambil mengguyur adiknya tersebut menggunakan shower.
"Akuu..aku bekerja disebuah kedai kopi dekat namsan tower oppa!" Jelas Jooyeon sambil menangis.
'Mwo? bekerja? jadi selama ini kau bekerja!" Sontak Donghae langsung mematikan air kran shower dan menyeret Jooyeon keluar rumah.
"Sudah kubilang berkali kali biar aku saja yang bekerja, pergi kau dari sini. Aku muak denganmu Jooyeon! dan jangan anggap aku oppamu lagi karena kau telah mengecewakanku!!!"

'Braakkk' suara pintu tertutup dengan sangat keras.

Dengan keadaan mata sembab pakaian yang basah, Jooyeon pergi dari rumahnya dan membiarkan keadaannya seperti ini. Karena Donghae oppa telah menyiksanya dan telah membuatnya sakit.
Dia sungguh tak menyangka, bahwa seorang kakak laki lakinya yang selama ini ia banggakan, kini menyiksanya sehingga hampir membuatnya mati.
"Donghae Oppa jahat!! Aku benci padamu!!! Aku benci!!!!!" Teriak Jooyeon. Namun sia sia mungkin Donghae tidak akan mendengarnya.

*3 bulan kemudian*

Sudah tiga bulan aku tinggal dirumah sendirian biasanya ada Jooyeon yang selalu menemaniku dimanaku selalu berada.
"Jooyeon, dimana kau? aku merindukanmu! sangat merindukanmu!" Donghae menangis sambil memegang foto Jooyeon.
"Seandainya dulu aku tidak menyiksamu seperti ini! mungkin aku tidak akan menyesal dan kesepian Jooyeon!"..

Entah tak tau apa yang dipikirkan Donghae, tiba tiba ia berlari kemudian mengambil kunci mobil dan menancap gas mobil tersebut dengan kecepatan tinggi.
"Jooyeon dimana kau?' Ucapnya sambil menangis..

Sudah tiga jam ia mencari Jooyeon tetapi tidak ketemu padahal cuaca semakin hari semakin mendung. Dan akhirnya Donghae memutuskan untuk mencari Jooyeon esok hari karena tiba tiba hujan turun deras disertai angin kencang dan kilat yang menyambar.

Keesokan harinya..suasana langit cerah, udara juga tidak panas dan mendung.
Mungkin ini waktu yang tepat buat Donghae untuk mencari Youngsaengnya Jooyeon.
Donghae sudah mencari Jooyeon kemana mana tapi hasilnya sama. Ia belum ditemukan. Sampai akhirnya Donghae berhenti dan beristirahat disebuah klub kecil. Ia memesan 2 botol Soju.
Ketika ia sedang meminum soju tersebut , tiba tiba ia melihat seorang yeoja yang sedang melayani seorang namja. Dan wajahnya mirip sekali dengan adiknya Lee Jooyeon.
"Yeoja itu mirip sekali dengan Jooyeon!" Ujarnya.

Setelah terus menerus memperhatikan Yeoja tersebut ternyata benar bahwa dia adalah Jooyeon! Donghae melihat sebuah tanda lahir di paha kirinya sama halnya dengan Jooyeon. Dan tidak salah lagi yeoja itu adalah Jooyeon. Kemudian Donghae menghampirinya dan menariknya paksa.
"Ya, siapa kau? mengapa kau tarik tarik tanganku lepaskan ..lepaskanlah namja bodoh!!!!" Teriak Jooyeon .

Donghae membawanya kedalam mobil, dan ternyata benar yeoja yang ia tarik adalah Jooyeon.
"Jooyeon?" Ucap Donghae ...

Jooyeon bengong menatap wajah sang kakaknya yang dulu tega menyiksanya dan mengusirnya dari rumah.
"Donghae Oppa....." ...
"Jooyeon, aku merindukanmu!!!" Tangis Donghae sambil memeluk Jooyeon.
"Merindukanku? apa kau bilang? semudah itu kau mengatakan hal itu padaku! kau tau betapa sakitnya aku disiksa denganmu dan betapa sedihnya aku! Sebenarnya waktuitu aku bertujuan baik untuk membantumu mendapatkan uang, tapi kau malah menyiksaku dan mengusirku! Kau jahat sekali oppa kau tega! lepaskan aku! aku tidak mau bertemu denganmu lagi!!!!" ..
"Tidak Jooyeon, aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memaafkanku!" ..
"Ya, kenapa kau memaksaku! Hey dengar yaa sekarang hidupku sudah bahaga tanpamu oppa!"

Karena Jooyeon terus berbicara akhirnya Donghae menyetir mobil tersebut dan membawanya pergi, memang kasus seperti ini adalah kasus penculikan tetapi Jooyeon adalah seseorang yang paling ia sayangi dan ia cintai.
"Kau adalah keluargaku satu satunya, dan kau adalah orang yang sangat aku cintai jadi aku tidak akan menyia nyiakanmu Jooyeon!" ..
"Mwo? aku tidak peduli sekarang buka pintunya dan lepaskan aku!" ..
"Tidak Jooyeon, oppa janji oppa takkan membuatmu kecewa lagi" ..

Akhirnya dengan sangat terpaksa Jooyeon kembali pulang kerumahnya.
Ketika ia masuk kedalam rumahnya, ia menangis melihat keadaan rumahnya tersebut. Ternyata rumah dan ruangan ini tidak berubah. Dan ia sangat merindukan rumah ini.
"Mandilah, kau ingat handuk ini? ini adalah handuk kesayanganmu!" Donghaemelemparkan handuk kesayangan Jooyeon dan air mata Jooyeon kembali mengalir ketika melihat handuk tersebut.

Entah tau kenapa tiba tiba sebuah vas bunga dan guci yang berada di meja ruang tamu dibanting Jooyeon sehingga beling yang pecah mengenai kakinya, dan akibatnya kakinya berlumuran darah.

"Prankkkkkkk'

Mendegar suara seperti itu Donghae kemudian datang menghampiri Jooyeon dan memeluk Jooyeon. Ia merasa sangat bersalah kepada adiknya tersebut.
"Jooyeon, Mianhae..Jeongmal Mianhae!" ..

Jooyeon tidak membalas kata kata oppanya justru tangisannya semakin tersedu sedu kencang.
"Baiklah, lebih baik aku pergi saja dari rumah ini supaya aku merasakan apa yang kau rasakan my youngsaeng!" Pinta Donghae..
"Jangan oppa!!!! jangan pergi...."  Teriak Jooyeon kemudian memeluk oppanya dari belakang.
"Kenapa? aku sudah sangat merasa bersalah padamu Jooyeon!" sahut Donghae..
"Tidak oppa, justru seharusnya aku yang minta maaf. Aku baru sadar ternyata aku bukan adik yang baik untukmu!" ..
''Mwo? jangan berbicara seperti itu Jooyeon!" Donghae membalikkan badannya kemudian mengelus rambut Jooyeon halus.
"Kenapa oppa? memang awalnya dari tingkah laku diriku yang membuat oppa kecewa sangat kecewa! Maafkan aku oppa!" sesal Jooyeon.
'Baiklah, adikku aku akan memaafkanmu! Tapi aku juga minta maaf atas kelakuanku yang berlebihan padamu Jooyeon!" ..
"Baiklah oppa aku maafkan!" ..


Sekarang keluarga mereka kembali damai, rukun dan tentram.

"Jooyeon, ayo bangun! ternyata selama kau pergi dari rumah ini kau tidak berubah yaa! Hahaha" ..
"wae oppa? aku masih mengantuk sangat ngantuk!" ..
"Ya, kau tau? dimeja makan ada nasi goreng balado! kau tidak mau? yasudah buat aku saja!" ..
"Mwo? nasi goreng balado? *Kyaaaaa aku mauuu!!!!" Spontan Jooyeon langsung lari menuju ruang makan.

"Hmm.. ini lezat sekali.." ..
'Enak? yasudah makan saja..Tapi eittsss jangan lupa cuci tangan!" ..
"Ah, oppa aku malas!" ..
"Ya , kau baru bangun tidur tanganmu kotor!" ..
"Tapi aihhh,, baiklah oppa!!!!!" ..

Selesai mencuci tangan Jooyeon memakan nasi goreng buatan oppanya tersebut dengan lahap.
"Ya, Donghae oppa aku kangen nasi gorengmu!" Kata Jooyeon..
"Aih bisa saja sudah makan cepetan! aku mau mengajakmu ke suatu tempat!" Jelas donghae..
"Mau kemana oppa?" ...
'Nanti kau juga akan tahu!" ..
"Hmm baiklah..."

Selesai makan Jooyeon segera mandi . Karena ia tau pasti ia sangat ditunggu oleh Donghae oppa.
"Ayo oppa kita berangkat!" Ucap Jooyeon dengan berpakaian rapi yang menggunakan sebuah kaus ungun dan celana jeans sedengkul.
"Oppa kenapa memperhatikanku terus .. ayo oppa kita berangkat!" ..
"Kakimu tidak berubah Jooyeon! Kau masih menggunakan tongkat kesayanganmu itu! Hmmm sekarang ayo kita berangkat adik kecil.."
Tanpa sepengetahuan Jooyeon, Donghae oppa menggendongnya dan memanggilnya adik kecil.
"Ya, aku bukan adik kecil namja bodoh!" ..
"Mwo? kau bilang aku namja bodoh? Aku bukan namja bodoh Jooyeon!" ...
"Aku juga bukan adik kecil oppa!!!!" ..


Akhirnya mereka sampai disebuah pantai dengan ombak yang indah.

"OMO!!! Ini indah sekali oppa..." Puji Jooyeon..
"Ne, aku yakin jika kau datang kesini kau pasti senang!" ..
"Oppa gomawo!" Tiba tiba Jooyeon Donghae dan menangis dibahu Donghae..
"Mwo? kau kenapa Jooyeon?" Tanya Donghae heran.
"Terima kasih banyak oppa, dari dulu sampai sekarang kau setia merawatku! Aku tidak tau harus berkata apa selain kata terima kasih untukmu oppa!" ..
"Samasama Jooyeon, tapi sudahlah Jooyeon jangan menangis lagi tujuan kita kesini bukan untuk menangis tapi untuk liburan!" ..
"Ne Oppa.."


Semakin hari langit semakin gelap. Donghae mengajak Jooyeon pulang. Sepangjang perjalanan mereka terlihat sangat senang dan bernyanyi bersama tetapi tiba tiba musibah menimpanya ....

'Braaakkkkkkkkkkkk'

Tabrakan maut yang sangat dahsyat menimpa mereka.
Tiba tiba Donghae pun sadar dan spontan ia mencari adiknya, Jooyeon. Ia sangat mengkhawatirkannya.
seluruh tubuh Donghae penuh dengan darah akibat kecelakaan tersebut. Tetapi ia tidak menkhawatirkan keadaannya dan ia sangat mengkhawatirkan keadaan adiknya sekarang. Dimana Jooyeon? Hanya kata kata itu yang ada di benak Donghae.
"Donghae berjalan keluar kamar, ia mencari cari keberadaan adiknya itu. Ia sangat mengkhawatirkannya!" ..
"Suster, apakah kau melihat adikku dia pasien bernama Lee Jooyeon. Kau kenal itu?" Tanya Donghae cemas.
"Ya, mian tuan. Aku tidak melihatnya dan aku juga tidak tau!" Jawab suster itu singkat..
"Mwo? baiklah terimakasih!" ..

*Jooyeon*

Dia membuka matanya perlahan lahan. Kenapa rasanya gelap semua?. Sebelumnya tidak seperti ini.
Sebenarnya apa yang terjadi padaJooyeon? apakah dia buta?.
Jooyeon terus mencoba meraba kelopak matanya dan alhasil hasilnya sama. Matanya tetap gelap dan tak bisa melihat apa apa.
"Aku butaaaaaaa.... Donghae oppa dimana kau?" Tangis Jooyeon sambil memanggil nama kakaknya yaitu Lee Donghae.

Dan tiba tiba ada seorang namja yang memanggil namanya. Dan ia sangat mengenali suara itu.
"Donghae Oppa!!!!!!!!!! Aku Jooyeon! Aku ada disini!'' teriaknya...

Tiba tiba seorang namja memeluk dengan penuh kasih sayang. Dan ternyata namja itu adalah Donghae.
"Jooyeon, aku tindu padamu! Aku Donghae oppa" ..
"Donghae oppa, kau baik baik sajakah?" ..
"DONGHAE OPPA, Aku tidak bisa melihat ,mataku buta! aku ingin melihat seperti dahulu oppa!!!!!!" ..
"Mwo? apakau bilang? kau buta!" ..
"Ne, oppa. Aku ingin seperti dahulu aku ingin melihat indah bulan dan bintang, serta wajahmu yang bagaikan malaikat oppa!" ...
''Sabarlah Jooyeon, aku yakin suatu saat nanti kau pasti bisa melihat lagi percaya padaku!" ..
"Ne Oppa" ..

                                                                    ***
 *Jooyeon pov*

Akupun sadar, aku terbangun dari tidurku. Dan ada yang beda dariku! sekarang aku bisa melihat kembali, aku bisa melihat sebuah ruangan hampa yang tanpa hiburan. Serta AC yang membuat ruangan ini terasa dingin. Aku mencari cari dimanakah orang yang sangat aku sayangi, yaitu kakak laki lakiku Lee Donghae. Aku terus mencarinya, sehingga aku terjatuh karena aku kaget setelah melihat kaki kiriku yang buntung..
"Hah..kemana kaki kiriku..." tangisku..

Tiba tiba suster datang sambil menggandengku. Ia memberikan sebuah tongkat. Tidak ada perubahan seperti dahulu, aku tetap saja berjalan menggunakan tongkat! hufft..
"Kau mencari siapa nona?" ..
"Aku mencari kakakku yaitu Lee Donghae? bukankah disini ada pasien yang bernama Lee Donghae?" ..

Tiba tiba suster itu menggandengku aku tak tau ia akan membawaku kemana, aku takut. apakah aku ingin diculik? ah sebaiknya jangan berprasangka buruk dulu!...
"Kenapa kau membawaku ke kuburan suster?" ..

R.I.P LEE DONGHAE

Aku kaget melihat tulisan itu. Sebenarnya apa yang terjadi pada Donghae oppa? Kenapa tiba tiba di kuburan ini ada tulisan R.I.P LEE DONGHAE?
"Ya, Nona Lee Jooyeon sebenarnya kemarin saat kau sedang menjalani operasi dia sudah tiada. Dia sudah dibawa almbulance menuju pemakaman. Mungkin awalnya kau kaget.  Oh iya waktu itu sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya ia berkata jadilah wanita yang selalu bersahaja di manapun kau berada" ..
"Mwo? jadi Donghae oppa sufah..sudah tiada..."

Aku menangis, terus menangis mendengar apa yang dikatakan suster itu. Ternyata seseorang yang selama ini aku sayangi dan seseorang yang satu satunya keluargaku ia sudah pergi jauh dan takkan kembali lagi.
"Dan..waktu itu ia juga pernah berkata seperti ini jagalah mata itu baik baik. Itu adalah benda yang sangat berharga untukmu!" ..
"Mwo? Jadi yang mendonorkan mata ini adalah..Donghae oppa?" tanyaku kaget.
"Ne" ..

Kemudian air mataku kembali berlinang, aku bersandar dibahu suster itu. Karena aku sangat sedih mendengar kata kata terakhir Donghae oppa. Yang membuatku tambah sedih, aku tidak bisa menyaksikan pemakamannya ditempat peristirahatannya yang terakhir.
"Ini untukmu..." suster itu mengulurkan tangannya dan memberikanku sebuah kotak kecil.
"Ini apa?" tanyaku..
"Di dalam kotak ini ada surat dan sebuah kalung yang diberikan oleh Donghae sebelum ia pergi..." ..
"Mwo?"

Aku segera membuka tutp kotak tersebut dan mengambil sebuah kalung yang amat cantik yang terdapat huruf 'DJ' yang berarti Donghae Jooyeon.
Dan kemudian aku membaca surat terakhir darinya..

To: Lee Jooyeon

Jooyeon ssi, Saat kau membaca surat ini, mungkin kau sudah tak dapat melihatku lagi. Tapi, aku akan tetap bersamamu, dan akan selalu bersamamu.  Jooyeon ssi, aku sudah menepati perkataanku. Jadi, penuhilah permintaanku yang terakhir. 
Aku menghirup oksigen dari hijaunya pohon-pohon disekitarku dengan sinar matahari yang menyilaukan mataku. Kuhembuskan nafas melalui rongga hidungku, mengeluarkanya perlahan bersama beban-beban yang selama ini mengganjal dalam dadaku.
Lihatlah dunia untukku. Lihatlah kerlipan bintang untukku.  Lihatlah hijaunya dedaunan untukku. Lihatlah putihnya salju untukku. Lihatlah birunya langit untukku. Juga untukmu. 
Dan jangan lupa untuk selalu tersenyum!!! Keep smile J
I’ll be your eyes. angan lupakan aku Jooyeon, ingat aku selalu. Jooyeon ssi, Saranghamnida.

                                                                                                                           From: Lee Donghae

Tentu Oppa. Aku sudah menepati semua permintaanmu.

Rest In Peace

Lee Donghae

25-10-2011

Aku selalu menangis setiap melihat kata itu.

Huruf-huruf itu terukir diatas sebuah batu pusara yang sudah tertutup banyak debu. Dihadapan batu itu terdapat gundukan tanah yang sudah kasar, menandakan bahwa gundukan itu sudah lama disana. Dan dibawah gundukan tanah tersebut, terbaring jasad satu-satunya oppaku, Lee JDonghae. Ya. My young brother has Rested in peace.

Donghae oppa, I promised I would protect only you. I only have you. So, why you leave me alone?

Dibawah terangnya sinar rembulan yang menembus celah-celah pepohonan, kubelai  lembut batu itu bersamaan dengan guguran daun lesu. Kurogoh saku celanaku, mengambil secarik kertas yang merupakan pesan terakhirnya padaku. Aku meletakkan kertas itu diatas gundukan tanah  yang berhiaskan hijaunya rerumputan. Membiarkannya hilang ditelan hembusan udara malam. Kudongakkan kepalaku agar air tak mengalir deras dari pelupuk mataku. Baru sekarang aku dapat menghapus air mataku sejak 2 tahun telah berlalu. Bersamaan dengan itu, sempat senyuman miris mengembang dipipiku. Kukenakan kacamata hitamku, serta tongkat yang membatu jalanku lalu melangkahkan kakiku gontai meninggalkan tempat itu.
Thank You oppa, You Are The One .

                                                                        -END-

Senin, 26 Desember 2011

Kpop Nyasar

Siang hari yang bertempat dirumah Siwon Yoona saat Yoona sedang hamil.

Siwon: "Chagiya!"
Yoona: "Wae oppa?"
Siwon: "Kamu suka banget nonton Televisi kan?"
Yoona: "Ne oppa memangnya kenapa?"
Siwon: "Hati hati lho..itu bisa membahayakan anak kita!"
Yoona: "Mwo? bahaya? memangnya kenapa?"
Siwon: "Pokoknya selama kamu hamil, kamu harus terus nonton film poseidon biar udah gedenya ganteng kayak aku!
Yoona: "Nah terus apa ngaruhnya?"
Siwon: Kamu itu kan suka banget sama film 'awas ada sule' sebaiknya jangan nonton itu soalnya takutnya nanti kalo anak kita udah gede mukanya mirip sule..     #Mabok

Ketika sedang melaksanakan konser SHINee World.

Taemin: "*Kyaaaa Hyung ituuu..." sambil menunjuk kearah penonton
Onew: "Ada apa?"
Taemin: "Itu Hyung masa nggak liat!!"
Onew:  ''Apaansih Taemin? Aku tidak melihatnya sama sekali ada apa Taemin?"
Taemin: "ITU HYUNG ADA POSTER JUMBONYA OMAS!! AKU MAUUU!!!!"

#garuk garuk kepala

Super Junior 슈퍼주니어_Mr.Simple_MUSICVIDEO