Title : You Are My Destiny
Author : Choi Soo Jung a.k.a Farah Rizka Nuzula
Main cast :
- Lee Taemin
- Victoria Song
Other cast : Kim Key Kibum, f(x) member
Length : Oneshot
Genre : Romantic
Rating : PG-13
Language : Indonesia
*Ready!*
Taemin p.o.v
"Dasar Bodoh!!!! sudah libur 3 hari tapi kau malah tidak mengerjakan PR, apa apaan kau, jika begini terus kau akan aku skors dari sekolah!!!" Bentak ibu guru kepadaku..
"Mian, bukannya aku tidak mengerjakan PR tetapi setiap hari aku harus membanting tulang untuk mencukupi kehidupanku karena kedua orang tuaku sudah tiada!!" Jelasku kepada guru yang sedari tadi marah dan kesal padaku..
*Pulang Sekolah*
Ketika jam pulang semua murid Damyang high school meramaikan gerbang keluar sekolah. Tetapi apa daya padaku?
guru menyuruhku untuk tidak pulang dahulu.
Kemudian aku berjalan menuju lorong sekolah yang sangat sepi. Tentu saja sekarang ada pukul 7 malam pastinya semua murid disekolahku sudah pulang ke rumahnya masing masing kecuali aku.
Aku dapat mendengar suara langkah kakiku sendiri. Sekolah ini sudah begitu sepi seperti tidak ada orang lagi, tapi ketika aku hampir sampai di depan kelasku aku malah mendengar suara tangisan, tangisan seorang wanita. Eh masih ada murid yang ada di sini?
Ketika aku memasuki ruang kelasku ternyata benar dugaanku masih ada murid disekolahku. Tapi kenapa dia? mengapa dia menangis seorang diri? apakah ada masalah dengannya. Seperti ku lihat dia itu cantik memiliki rambut yang berwarna coklat dan panjang pastinya. Aku pun mencoba mendekatinya dan menegurnya.
"Hey? Mengapa kau menangis?" Kataku sambil menyentuh bahunya menggunakan ujung jari telunjukku.
ternyata wanita yang sedang menangis itu adalah Victoria. Dia adalah Anak paling terkenal di kelas dan mungkin terkenal di satu sekolah, karena yang ku tahu ia adalah seorang model
'brukkk'
tiba tiba saja Victoria memelukku tanpa sengaja.Dan ia menangis di bahuku . Sebenarnya ada apa dengannya?
"Hey tolong lepaskan jangan seperti ini kumohon!!!" kataku yangberusaha melepas pelukan Victoria.
"Ku mohon, pinjamkan bahumu itu untuk sekali ini saja. Kumohon?" Kemudian Victoria pun menjawab disela sela tangisannya yang menjadi-jadi.
Kemudian aku pun diam. Biarkanlah kali ini ia puas menangis diatas bahuku walaupun sepertinya bajuku agak sedikit basah.
"Sudahlah jangan menangis terus. Ayo tenanglah..." Ucapku pada Victoria..
"Aku tidak bisa tenang hari ini" Balasnya yang tangisannya semakin kencang..
"Hey, jangan seperti itu terus. Hey apakah kau merasa haus?" tanyaku kepada Victoria yang masih menangis..
"Ne" jawabnya singkat..
"Minumlah ini.." Aku memberikan sekaleng minuman pada Victoria yang terlihat sudah tenang sehabis 1 jam menangis di bahuku.
"Terima Kasih!" Balasnya, lalu ia mengambil minuman itu dari tanganku.
"Aku mau bertanya. Kau siapa? apakah kau teman sekelasku?" tiba tiba Victoria bertanya dan menoleh kearahku.
"Ne" Jawabku simpel..
Ternyata dia benar benar tidak tau aku ini siapa. Ku kira selama kita sekelas dia kenal denganku .Tetapi apa? dia sama sekali tidak tau kalau aku adalah teman sekelasnya.
"Maaf. Namamu siapa?" tanya Victoria kepadaku..
"Namaku Taemin, Lee Taemin. Panggil saja aku Taemin" jawabku sambil tersenyum kecil padanya..
"Perkenalkan namaku Victoria so-" Omongan Victoria pun terpotong. Sebenarnya ia ingin memperkenalkan dirinya padaku. Tapi apa daya aku sudah hafal dengan namanya dia adalah Victoria Song Qian dan biasa dipanggil Victoria.
"Tidak perlu memperkenalkan dirimu. Semua orang sudah tau namamu karena kau adalah seorang model yang sedang naik daun saat ini" Ucapku kepada Victoria
"Hahaha tidak begitu juga" Balasnya sambil memukul kecil bahuku..
"Mengapa kau masih berada disekolah Taemin? mengapa kau tidak pulang?" tanyanya padaku..
"Aku ingin mengerjakan tugas yang diberi guruku. Kau tadi tau kan kalau dikelas aku diomelin dan dibentak oleh guru?" tanyaku padanya dan tersenyum kecil..
"Wae? jadi kau namja yang dimarahi tadi?" Victoria pun spontan langsung kaget dan memejamkan matanya padaku.
"Hey, Taemin-ah butuh bantuan tidak untukmengerjakan PR mu ini? jika kau butuh bantuan, pasti aku akan membantumu!" Sambung Victoria yang tiba tiba berbaik hati padaku..
"Apakah kau serius? mengapa kau tiba tiba ceria?" tanyaku pada Victoria.
"Ne, aku serius. Sebenarnya tidak sepenuhnya begitu!" Balasnya sambil menundukkan kepalanya..
******
Akhirnya tugasku selesai juga, rasanya sangat lega dan senang sekali.
"Victoria, aku harus segera pulang karena sekarang sudah larust malam. Dan kau juga harus pulang.Nanti keluargamu khawatir. Sekarang sudah pukul 10.00 malam!"
Aku hendak mengambil langkah pergi dan tiba-tiba saja Victoria menggenggam tanganku kencang.
"Aku tidak mau pulang" kata Victoria lalu menangis lagi..
"Wae? mengapa kau tidak mau pulang" tanyaku kepada Victoria yang terus menangis dan menggenggam tanganku..
"Tak ada satupun keluargaku yang mengkhawatirkanku dan menyayangiku!!!" Ucap Victoria ..
Victoria p.o.v
Kemudian Taemin pun mengajakku pulang kerumahnya. Bagaimana keadaan rumahnya? aku penasaran.
"Kau duduk disini dulu, akan ku ambilkan makanan dan minuman untukmu, sepertinya kau lapar" Ucap Taemin kepadaku. Sekarang aku berada dirumah Taemin. Aku duduk diruang TV. Kulihat setiap gerak gerik Taemin sepertinya dia laki-laki yang sangat baik, tapi mengapa aku tidak mengenalnya dikelas.
Aku memandangi setiap sudut rumah Taemin. Rumah ini terlihat sederhana, tetapi keadaannya sangat kumuh. Dengan dapur tanpa meja makan, dan 1 kamar tidur yang terlihat berantakan serta kamar mandi yang sangat kumuh. Apakah dia tinggal sendirii disini?
Taemin datang kearahku dengan sebuaha nampan berisikan 2 mangkuk dan 2 gelas air mineral di tengah-tengahnya.
"Ini makanannya, hanya ada ramyeon saja. Dan kuharap kau suka!" Ucapnya sambil meletakkan mangkuk tersebut di meja ruang TV. Tiba tiba aku pun menatap wajahnya, entah kenapa aku malah tersenyum melihat wajahnya.
"Makanlah.." Ucap Taemin sambil memakan ramyeon yang berada dihadapannya..
"Terima kasih taemin, maaf aku sudah merepotkanmu!" Jawabku. Aku mulai memakan ramyeon yang dibuat Taemin.
"sama sama" Balasnya sambil lahap memakan ramyeon nya.
"Kau tinggal sendiri disini?" tanyaku kepada Taemin..
"Ne. kedua orang tuaku sudah tiada" Ucapnya taemin lemas..
Mendengar cerita kehidupan Taemin tiba tiba tidak sengaja aku menitikkan air mataku.
"Mengapa kau menangis?" Tanya Taemin padaku sambil membersihkan airmata yang berada di pipi kananku.
"Aku iri padamu" Balasku yang terus menangis..
"Mengapa?" tanya Taemin yang semakin heran padaku.
"Kau terlahir sebagai anak yang mandiri, sedangkan aku? Aku terlahir sebagai anak yang manja!" Jawabku. Aku terus menangis hingga membasahin semua sudut wajahku. Tapi apa yang harus ku katakan lagi? Taemin malah memelukku erat.
"Sudah diam, jangan menangis. Justru aku yang iri padamu, Karena kau masih memiliki kedua orang tuamu!" Ucap taemin yang terus mengusap bahuku.
Kemudian Taemin pun melepaskan pelukannya. Dan dia pun bertanya kepadaku.
"Victoria,mengapa kau tidak mau pulang ke rumahmu?"
"Aku tidak mau pulang karena…. Aku.. aku akan di jodohkan.. dan itu pula yang membuatku menangis." Aku menundukan kepalaku. Akhirnya aku menceritakan ini juga pada taemin, walau sejujurnya aku tidak mengenal taemin, tapi aku rasa aku ingin bercerita dengannya.
Taemin menaruh alat makannya dan menatapku terus, aku tetap menundukkan kepala dan tiba-tiba tangan taemin mengelus pundakku.
"Kau harus sabar ya, kalau kau mau kau boleh menginap disini! dulu" Ucap Taemin. Aku langsung menatap taemin, dia membolehkanku untuk menumpang disini?
"K-kau membolehkanku untuk menginap disini?" Tanyaku, meyakinkan perkataan taemin yang tadi.
"Ne, tentau saja. Sementara kau bisa tidur dikamarku, biar nanti aku tidur diruang TV" Taemin tersenyum padaku, senyum yang sangat manis. Aku tidak pernah menyangka dia begitu baik denganku, padahal kami baru saja mengenal satu sama lain.
"Oh iya Taemin, kenapa tadi kau tidak mengerjakan PR?" tanyaku pada Taemin..
"Karena aku harus bekerja menghidupi diriku sendiri." Balasnya sambil menunduk..
"Mwo? memangnya pekerjaanmu apa?" Tanya ku kembali kepada Taemin..
"Aku hanya seorang pengamen jalanan, walau rumah ini tampak jelek dan kumuh tapi aku membelinya dari hasil pekerjaanku ini. Ini sudah menjadi tugasku sedari kecil karena ayah ibuku sudah meninggal ketika aku kelas 3 SD" Jelas Taemin sambil menitikkan air matanya karena menceritakan latar belakang kehidupannya.
"Maafkan aku Taemin! Ku Mohon jangan menangis" Aku pun spontan langsung meminta maaf padanya setelah aku bertanya tentang kehidupannya.
"Ah tidak apa apa! Status kita itu memang sangat berbeda kau seorang model cantik dan kaya raya, sedangkan aku hanya seorang pengamen jalanan yang hidupnya sangat miskin" Jelas Taemin sambil menahan air matanya...
Karena sangat senangnya tanpa berfikir panjang aku segera memeluk taemin. Aku rasa dia memang orang yang terbaik yang pernah aku temui. Tanpa sengaja aku pun memeluk Taemin. Dan sepertinya wajah Taemin memerah saat aku memeluknya.
Author p.o.v
Hati taemin pun berdebar debar, karena itu adalah suatu keajaiban untuknya. Ia bisa dekat dengan wanita terpopuler disekolah yaitu Victoria. Tidak pernah terbayangkan sama sekali. Padahal aku hanyalah laki-laki biasa yang tidak banyak di kenal orang.
Dan menurut Taemin, Victoria itu baik dia ramah dan cukup menyenangkan.Tapi aku tidak tahu nantinya ketika di sekolah. Apa dia masih mau berteman denganku? Mungkin saja dia malu berteman dengan orang sepertiku yang Hanya diam di sekolah. Sedangkan Victoriapunya banyak teman yang begitu popular juga dan Beberapa laki-laki populer yang mengejar-ngejarnya.
*Damyang High School*
Setelah 45 menit lamanya berjalan kaki dari rumah Taemin ke sekolah, akhirnya sampailah mereka di sekolah.
Terlihat dari jauh Kalau Sulli dan Amber memanggil Victoria.
"Victoria, cepat datang kesana, Sulli dan Amber sudah menantimu" Ucap Taemin kepada Victoria..
"Ne, baiklah" Jawab Victoria...
Victoria pun berlari menghampiri Sulli dan Amber.
"Victoria kau kemana saja kemarin? Ibumu menghubungi kami semalam! Kau tidur dimana? kau tidak tidur dijalanan kan? mari kita ke kelas." tanya Amber dan Sulli yang membuatku galau.
Sesampainya dikelas Taemin berkata pelan padaku.
"Victoria, aku ke bangku dulu.." taemin pelan dan kini berjalan meninggalkanku. Dia mengapa tiba-tiba jadi diam? Ada apa dengannya? Apa dia Malu? Hmm?
"Victoria kau kenapa? mengapa kau bisa bersama dengan Taemin seorang murid pendiam dan seorang pengamen miskin seperti dia?" Ucap Sulli yang terus memerhatikan Taemin..
"Berhenti berbicara seperti itu tentang dia!!!!!!!!" Bentak Victoria kepada Sulli.
"Mengapa kau membelanya?" Tanya Sulli sambil mengeraskan volume suaranya.
"Dia adalah pria yang baik, dan sekarang aku tinggal bersama Taemin!!! kau mengerti?" Bentak Victoria lalu duduk dibangkunya.
Taemin p.o.v
Sekarang adalah jam istirahat aku melihat Victoria dan temannya sedang memakan barbeque. Ku rasa harganya pasti mahal.
Dan terlihat disana Sulli sedang meminta maaf kepada Victoria, aku tidak tahu ada masalah apa dengan mereka berdua.
"Victoria mengapa kau tidak bilang kepada ayah dan ibumu kalau kau sudah punya pacar? dan bilang saja kalau kekasihmu itu adalah Ki Bum." Ucap Amber kepada Victoria.
"YA! Tidak mungkin Kibum! Dia playboy, nakal dan ugh.. suka mempermainkan perempuan, kalau dia yang menjadi jodohkupun aku tidak mau. Apalagi dia yang aku tunjukan pada ayah ibuku, bisa-bisa aku di bunuh oleh mereka karena pacaran dengan orang seperti dia!" Jelas Victoria pada Amber dengan sedikit emosi.
"tapi dia selalu mengejarmu.. mungkin rela melakukan apa saja untukmu.." Balas Amber santai.
"Lupakan Kibum. aku tidak mau membicarakan tentangnya lagi!!! Ahrasso?" Bentak Victoria.
Kulihat saat Victoria sedang makan bersama dengan teman temannya kalau Kibum datang menghampiri Victoria.
“Heii… cantik” Sapa Kibum pada Victoria.
"Hey" jawab Victoria kepada Kibum.
"Boleh aku bergabung disini?" Kibum menjentikan matanya sebelah, dasar laki-laki suka tebar pesona!
"Silahkan" Balas Victoria angkuh ..
"Victoria, mengapa kau tidak mau menjadi kekasihku sih?" Kata chansung dan dia menggenggam tangan Victoria tiba-tiba. Eh? Apa maksudnya ini?
Ternyata dugaanku itu benar, kalau Victoria tidak sebaik yang ku kira. Ketika di sekolah dia tetap saja menjauhiku, apa mungkin dia malu berteman denganku? OK, aku memang seorang pengamen yang selalu menyendiri bahkan tidak mempunyai teman. Jelas saja Victoria tidak mau dekat denganku di sekolah. Mungkin aku di anggap anak aneh.
Dan sekarang Victoria sedang bersama laki laki lain yang juga populer yaitu Kim Key Kibum. Aku memang tidak selevel dengan mereka, tapi kenapa aku tidak suka melihat Victoria berdekatan dengan Kibum? Apa aku cemburu?
Ah, lupakan, taemin! Aku tidak boleh cemburu, dan aku tidak boleh menyukai Victoria, karena Aku tahu kami itu berbeda. Dan aku yakin Victoria lebih dekat dengan Kibum di banding denganku yang mungkin baru berkenalan kemarin.
Aku meneguk air mineral yang aku genggam sambil memandang kearah Victoria dan kedua temannya dengan Kibum yang berada tepat di depan mereka. Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari situ, sudah ku coba memandang yang lain, tapi tetap saja aku terus memandang Victoria. Uh..
Dan tiba tiba Victoria bangkit dari tempat duduknya dan dia pun menatapku. Aku benar benar sangat malu, ternyata aku telah tertangkap basah kalau sedari tadi aku memperhatikannya.
Aku tidak ada nyali lagi untuk menatap kesana lagi. Karena aku sudah tertangkap basah olehnya. Kemudian tanpa sepengetahuanku Victoria sudah berada didepan wajahku dengan Kibum . Aku tak tau entah apa yang harus ku lakukan. Aku takut kalau mereka berdua marah karena dari tadi aku memperhatikan mereka berdua.
"Taemin..." Sahut Victoria yang tepat berada didepanku..
"Mwo? ada apa?" Jawabku gugup..
Kemudian Victoria pun senyum menghadapku dan kemudian menatap Kibum yang wajahnya kebingungan. Ada apa dengan Victoria? apa yang maksud Victoria?
"Kibum dia adalah kekasihku! jadi jangan mengganggu aku lagi" Ucap Victoria lantang..
"Victoria apa maksudmu?" tanyaku kepada victoria.
"Ya Victoria mana mungkin bisa model cantik sepertimu jatuh cinta dengan seorang pengamen yang miskin dan tidak populer seperti dia?" Balas Kibum yang telah meremehkanku.
"Apa kau bilang? berhentilah berkata seperti itu. Dia itu adalah kekasihku! apa aku perlu membuktikannya?" Bentak Victoria..
"Ya. Buktikan sekarang!!!!" Balas Kibum penasaran..
Tiba-tiba Victoria menatapku dan tersenyum dengan senyuman yang sangat manis itu. dia menarik kerah bajuku dan…
'CHU'
Victoria menciumku tepat di bibirku. Ku lihat semua orang yang berada di kantin sedang menghadap kami. Termasuk Kibum dengan raut wajah yang sangat kaget.
Kemudian Victoria melepas ciumannya lalu ia tersenyum evi kepada kibum.
"Sudah ku buktikan!: Ucap Victoria kepada Kibum..
Kemudian Victoria menarik tanganku dan pergi dari kantin.
Author p.o.v
Selama berjalan hati Victoria sanagt resah dan gelisah karena ia takut kalau Taemin marah dan membencinya.
Aku terus memandang Taemin yang sedari tadi menunduk. Apakah benar kalau dia telah membenciku?
"Taemin Maaf..." Ucap Victoria kepada Taemin.
"Apa kau melakukan itu hanya untuk mempermainkanku?" Balas Taemin dengan menatap wajah Victoria dengan tatapan ketus.
"Tidak, taemin. aku melakukan itu untuk menghindari Kibum.. dia selalu mengejarku.." Ucap Victoria kepada Taemin. Victoria sangat takut kalau Taemin membencinya karena Victoria tidak ingin jau darinya..
"jadi sama saja kau menganggapku Hanya sebagai alat untuk mengusir Kibum?? Hanya sebagai alat? Aku tahu aku memang tidak populer, aku bukan anak tenar dan aku hanya seorang pengamen jalanan dan suka menyendiri, tapi aku juga punya perasaan. Aku tidak ingin hanya di jadikan alatmu saja.Aku tahu Anak-anak tenar hanya memanfaatkan anak-anak yang tidak punya kelebihan. Contohnya kau Victoria!!!!!" Bentak Taemin kepada Victoria.Taemin benar benar marah kepada Victoria..
"bu-bukan seperti itu, taemin.. kau salah paham!! Bukan maksudku seperti itu!!" Tutur Victoria pada Taemin sambil meneteskan air matanya. Victoria sangat sakit Taemin berkata seperti itu..
"sudahlah.. Aku tahu semua kelakuan anak-anak tenar,Victoria ..!" Akhirnya Taemin pergi meninggalkan Victoria. Sepertinya Taemin membenci Victoria...
"Taemin !!!!!!!" Teriak Victoria disela sela tangisannya.
"Apa kau selalu menganggap semua anak yang populer itu selalu merendahkan orang?!! Kalau kau memang beranggapan seperti itu! Kau salah besar taemin.. karena aku melakukan itu karena aku menyukaimu… bukan karena hal lain!!!" Teriak Victoria kepada Taemin yang semakin lama semakin jauh..
Taemin p.o.v
"Apa kau selalu menganggap semua anak yang populer itu selalu merendahkan orang?!! Kalau kau memang beranggapan seperti itu! Kau salah besar taemin.. karena aku melakukan itu karena aku menyukaimu… bukan karena hal lain!!!"
‘deg’
Kata kata Victoria benar benar membuatku tersentak? apa yang dia katakan tadi? kalau dia menyukaiku?
Aku membalikkan badanku mencari sosok Victoria, tapi aku tidak menemukannya sama sekali. Perasaan sangat bersalah muncul dari dalam diriku. Aku merasa bahwa aku benar-benar menyakiti hati Victoria, aku tidak tahu bahwa sebenarnya dia menyukaiku dan itu mungkin hal yang sama seperti yang aku rasakan. Aku menyukai Victoria.
*Pulang Sekolah*
Bel pulang sekolah pun berbunyi , aku segera membereskan buku buku bekas pelajaran tadi. Aku berjalan menuju gerbang keluar sekolah . Kulihat Victoria dengan Kedua temannya sedang membicarakan sesuatu. Dan terlihat kalau Victoria menangis. apakah yang sebenarnya diceritakan oleh Victoria? apakah tentang aku?
Akhirnya Aku pun pergi dan tidak menatap mereka lagi. Terasa kalau ada seseorang yang mengikutiku , siapakah dia? menagapa dia mengikutiku?
Sesampainya dirumah aku segera ganti baju dan mengambil gitarku, kemudian aku bekerja untuk mencari nafkah.
********
*Damyang High School*
Perasaan ini masih tidak keruan, Aku merasa bersalah dengan Victoria.. aku telah menyakiti perasaannya, padahal aku menyukainya.. Aku bodoh…
Aku memandang kearah sebuah boneka kecil milik Victoria yang tertinggal di rumahku. Victoria tidak kesini lagi.. Victoria tidak menginap di rumahku lagi. Dia kemana? Dan bagaimana dengan masalahnya? Perjodohan itu?
Aku tidak bisa menerima kalau dia benar-benar di jodohkan.. Apa yang harus aku perbuat? Aku harus minta maaf…
Aku mengambil ponselku dari dalam saku dan mencoba menghubunginya, tapi dia tidak bisa di hubungi, dan sepertinya ponselnya mati.. Apa dia benar-benar marah denganku? Bagaimana aku bisa meminta maaf padanya ?
**
Kulihat sepertinya dia tidak masuk sekolah. Kemana dia? Mengapa tiba tiba menghilang?
Bel masuk sekolah pun berbunyi. Mengapa sampai sekarang Victoria belum datang? kemana dia?
Aku tidak tau mendapat keberanian dari mana aku datang menghampiri Luna lalu bertanya kepadanya..
"Luna..hmm boleh aku bertanya sesuatu?" ataku yang sedikit ragu mendekati Luna.
"Boleh, tentang apa? apakah tentang Victoria?" Balasnya dan menoleh kearahku..
"i-iya.. emm.. apa dia baik-baik saja? Mengapa dia tidak masuk?" tanyaku sedikit gugup.
"Dia sangat terluka, dan kau tau Taemin? Itu semua Karenamu!!!!!!" Luna membentakku dan jari telunjuknya mengarah kearahku..
"Dan Victoria tidak masuk karena dia sedang ke Perancis, untuk bertemu calon suaminya. Aku yakin kau sangat menyesal dengan Apa yang kau perbuat pada Victoria kemarin" Gumam Luna lalu meninggalkanku yang masih terdiam diposisiku.
Aku berjalan lemas kearah Bangku-ku dan duduk disana. Masih dengan perasaan kacau yang menerpaku sekarang. Mungkin memang aku benar-benar tidak bisa bersama Victoria.
Ketika sampai dirumahku, aku melihat ada sepucuk surat tergeletak di depan pintu rumahku.
Kira- kira ini surat dari siapa? Sebelumnya belum ada sama sekali orang yang mengirim surat padaku.
Kemudian aku pun membukanya.
‘Taemin…
Terimakasih karena kau sudah membuat hatiku tenang, membuat hidupku sedikit bermakna dan sudah menenangkan tangisku saat itu.
Aku tahu, kau pasti salah paham atas semua yang ku lakukan di depan Kibum waktu itu. Tapi sungguh itu bukan sebuah rencana untuk memanfaatkanmu, tapi itu aku lakukan karena mungkin aku benar-benar sudah tertarik denganmu, taemin.
Terimakasih kau telah masuk ke dalam hidupku. Dan sukses membuatku jatuh cinta padamau. Walau mungkin perasaan ini tidak akan bisa bertahan lama… Kau tidak perlu memikirkan soal perjodohanku itu lagi, karena sekarang aku sudah menerima perjodohan itu, walau sesungguhnya aku tidak ingin itu terjadi.. tapi mungkin ini yang terbaik untukku karena padanya nyatanya aku tidak bisa bersamamu.
Dan Malam ini aku akan menikah.
Terima kasih taemin.
-Song Qian Victoria-
Aku menjatuhkan kertas itu begitu saja. Entah perasaan apa yang aku rasakan. Tapi membaca surat ini hatiku seperti tercabik-cabik. Rasanya sakit menerima kenyataan yang telah terjadi ini.
******
Victoria p.o.v
Waktu sudah menunjukan pukul 06.00 PM dan sebentar lagi acara pernikahan itu akan dimulai. Hmm.. apa taemin sudah membaca surat dariku? Tapi aku pikir dia pasti tidak akan perduli dengan surat itu mungkin dia sudah membuangnya sebelum membaca surat itu karena tahu surat itu dariku..
Aku memang sudah tidak ada harapan lagi dengan Taemin. Aku juga tahu, aku bukanlah tipe wanita yang di sukai taemin. Mungkin taemin masih tetap pada prinsipnya bahwa semua anak populer itu jahat.
Hottel ini sekarang sudah penuh dengan berbagai hiasan untuk acara pernikahanku nanti. Walau aku memang sudah betemu dengan calon suamiku tapi rasanya dia aneh di mataku..
Aku mengitari seluruh sudut hottel yang membentang. sebentar lagi bisa di bilang aku sudah ada yang punya. Seandainya ada taemin disini.. Atau aku berharap bawa calon suamiku itu Taemin tapi itu sangat mustahil terjadi..
Sejujurnya Aku memang masih mengharapkan Taemin, tapi harapan itu sudah mulai memudar mengingat kenyataan yang harus aku lalui sekarang.
****
"Victoria, apakah kau sudah siap?" tanya ayahku yang sekarang mulai menghampiriku.
"Baiklah, mari" Dan kemudian ayah menggandeng tanganku untuk menemui calon suamiku itu. Aku menurut pada Ayah.
Suasana di hotel ini sudah sangat ramai dengan tamu yang telah diundang.
Laki-laki tinggi sangat berwibawa kini telah di hadapanku dan menatapku sambil tersenyum ramah. Yang ku bayangkan sekarang ini selalu Taemin, sampai-samapai aku membayangkan bahwa di hadapanku sekarang adalah taemin.
"Mari kita mulai acara tukar cincinnya…" Kata ayah dan memberikan sekotak cincin pada laki-laki itu. Aku memjamkan mata ketika laki-laki itu menggenggam tanganku untuk memasangkan cincin tunangan di jari manisku itu.
Rasanya aku ingin menghindar dari semua ini. Aku tidak mau menikah dengan dia… Aku tidak mau di jodohkan.. tapi apa yang bisa aku perbuat?
Aku hanya berharap seorang bisa menggagalkan semua ini..
'BRAAAKKKK'
Suara pintu dengan keras terbuka. Sontak aku segera membuka mataku dan menoleh kearah suara pintu berasal.
"Hentikaaannn Pernikahan ini kumohon!!!!!" terdengar teriakan dari suara yang sudah tak asing lagi bagiku itu.
"Ta-Taemin?"
Terlihat bahwa Kedua tangan Taemin didekap oleh kedua orang satpam dihotel ini. Tetapi Taemin terus berontak..
"Lepaskan diaa.." Teriakku lalu aku berlari kearahnya dan spontan aku langsung memeluknya..
"Aku tidak akan membiarkan kau menikah dengan laki laki itu Victoria. Kau milikku Victoria.."
Tidak ada kata-kata lagi yang sanggup keluar dari mulutku sekarang. Aku mempererat pelukanku dengan taemin, seakan tangan ini tidak mau lepas dari tubuhnya.
"Ya, siapa kau?? keluar dari sini, mengapa kau merusak acara pernikahan putriku" Teriak apa dan langsung menghampiriku dan Taemin..
Taemin melepaskan pelukannya dan langsung membungkukkan badannya kearah Ayahku yang sepertinya sudah geram melihat apa yang telah terjadi sekarang.
Aku menatap wajah taemin yang terlihat begitu serius. Ini seperti mimpi melihat taemin yang begitu serius membelaku. Apa dia mencintaiku juga?
"Maaf kalau ini membuat Anda marah… tapi tolong jangan menikahkan Victoria dengan orang lain. Saya adalah kekasih Victoria" Ucap Taemin kepada ayahku..
Taemin menatap Ayahku dan Ayah mengerutkan dahinya sambil terus memperhatikan taemin dari atas hingga bawah.
"Apakah Kau serius dengan Victoria?" Tanya ayahku..
"Ne.. saya sangat mencintai Victoria, Ku mohon batalkan acara pernikahan ini" Balas Taemin dengan wajah serius..
"Victoria apakah kau benar benar mencintainya" Tanya ayahku yang tiba tiba bertanya kepadaku..
"Ne ayah, aku sangat mencintainya" Jawabku.
"Baiklah. Aku akan membatalkan Perjodohan ini, dan aku mengizinkan kalian menikah sekarang!" Ucap ayahku dengan ramah.
Kemudian ayah meminta maaf kepada namja yang telah dijodohkan padaku. Dan aku sangat senang bisa menikah dengan Taemin dan Taemin pun juga senang bisa menikah denganku .
Kemudian aku pun sah menikah dengan Taemin
******
Pernikahan pun selesai, Taemin menggandengku menuju Taman.
Sesampainya ditaman, kami pun duduk disebuah bangku yang berada di taman itu lalu dia memelukku.
"Saranghae Victoria..." Ucap Taemin kemudian mempererat pelukannya kepadaku..
"Nado saranghae Lee Taemin" Jawabku yang kemudian memeluknya kembali..
2 menit,,,,5 menittt,,10 menitt ..20 menitt,,,
Mengapa Taemin tidak melepaskan pelukannya begitu lama? aku pun curiga dan penasaran. Kemudian aku pun melepaskan pelukannya, dan terlihat kalau Taemin seperti tidur. Kenapa dia? dan wajahnya sangat terlihat pucat.
Kemudian aku pun memanggil namanya..
"Taemin, Lee Taemin, bangunlah.. Taemin kau kenapa? Taemin kenapa?"
"Ya Lee Taemin bangunlahh..."
Sudah berkali kali aku memanggilnya. Ada apa dengannya? mengapa dia tidak bangun bangun? apakah dia pingsan? karena takut terjadi sesuatu pada Taemin. Aku pun mengadu kepada kedua orang tuaku lalu membawanya ke rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit , Taemin langsung dimasukkan ke ruang ICCU. Ada apa dengannya? mengapa dia bisa masuk ke ruang ICCU? kemudian aku pun menangis sejadi jadinya.
Beberapa menit kemudian dokter pun keluar dengan wajah yang lemas. Kemudian aku pun bertanya kepada dokter. Sebetulnya Taemin mengidap penyakit apa.
"Dokter, Taemin kenapa?" tanyaku dengan nafas yang tidak tenang..
"Dia..Dia mengidap penyakit kanker hati yang sudah stadium 4. Dan sepertinya dia belum pernah memeriksa penyakitnya!" Ucap dokter dengan nada pelan..
"Apa????????" Aku pun tak kuat lagi untuk mendengar semua itu . Aku menjatuhkan diriku kelantai dan menangis sejadinya, bagaimana bisa seorang yang sangat aku cintai mengidap penyakit Kanker hati.
Kemudian dokter pun mengizinkanku untuk melihat keadaan Taemin. Ketika masuk kedalam, Aku pun tak henti hentinya memanggil nama Taemin.
"Taemin..Lee Taemin sadarlahh" Ucapku sambil memegang tangan Taemin ..
Saat aku sedang menangis di dadanya , tiba tiba dia pun memanggil namaku dengan suara yang lemah tetapi cukup terdengar olehku..
"Victoria... Victoria" Ucap Taemin dengan nada pelan..
"Taemin kau sudah sadar?" Ucapku kepada Taemin ...
"Ne.. Victoria aku punya sesuatu untukmu" OMO.. aku bingung Taemin ingin memberikanku sesuatu? apa itu?
"Ini apa?' tanyaku kepada Taemin.
"Didalam kotak ini terdapat kalung dan juga surat ku harap kau suka dengan kalung pemberianku!" Ucapnya.
Tunggu..tunggu, sebenarnya ada apa ini? mengapa dia memberikanku sepucuk surat dan sebuah kalung? memangnya ada apa?
"Chagiya, tolong jaga dirimu baik baik. Aku yakin suatu saat nanti kita pasti bertemu lagi dan menjadi pasangan yang bahagia. Aku minta maaf kalau aku punya salah chagiya~" Ucap Taemin dengan nada lemas..
"Wae Lee Taemin? mengapa kau berkata seperti itu?" Balasku. Aku sangat bingung mengapa Taemin berbicara seperti itu padaku.
"Jangan tanya itu lagi chagiya. Chagiya, aku ingin memelukmu sekali ini saja! Saranghae" Ucap Taemin yang telah mengalihkan pembicaraannya.
Aku tak sanggup berbicara apa apa lagi. Karena taemin sudah memelukku dengan erat. Setelah melepaskan pelukannya mengapa dia hanya diam? mengapa dia tidak tersenyum padaku? ada apa dengannya? Dengan cekatan aku pun memanggil dokter untuk memeriksanya. Ketika dokter sedang memeriksa keadaan Taemin, tiba tiba ekspresi dokter pun berubah tidak sengaja dokter telah menitikkan air matanya. Melihat seperti itu, hatiku pun bertanya tanya.
"Dokter sebenarnya apa yang terjadi?" tanyaku dengan cemas.
"Dia telah menghembuskan nafas terakhirnya." Ucap dokter ..
'Deg'
hatiku langsung lemas. dan aku tak kuat lagi berbicara dan bertanya sesuatu lagi.
Aku pun terus memperhatikan wajah Taemin. Dan aku pun terus menangis sejadinya. Aku membelai wjahnya dan mencium keningnya...
"Lee Taemin, aku mencintaimu jangan tinggalkan aku Lee Taemin. Saranghae Lee Taemin!!!!" Ucapku di sela sela tangisanku.
"Aku yakin suatu saat nanti kita akan bertemu lee taemin!! sarangaheyoooo!!!" Ucapku..
-THE END-
Ternyata tak ada satu pun orang yang mengetahui takdir kehidupan seseorang didunia. Ternyata seorang namja yang sederhana dan terlihat sehat ia mengidap penyakit yang mematikan. Tetapi didalam hidupnya dia tidak bisa hidup bahagia dengan yeoja yang dicintainya. -Lee Taemin & -Victoria Song.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar